Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Irlandia Naikkan Batas Usia Pengemudi Skuter Listrik Jadi 18 Tahun

Irlandia Naikkan Batas Usia Pengemudi Skuter Listrik Jadi 18 Tahun
Ilustrasi skuter (Unsplash.com/Creative Christians)
Intinya Sih
  • Pemerintah Irlandia resmi menaikkan batas usia minimum pengemudi skuter listrik dari 16 menjadi 18 tahun mulai Juli 2026 untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya.
  • Aturan baru mewajibkan pengendara memiliki lisensi, mendaftarkan kendaraan, memakai helm dan jaket berpendar, serta membatasi kecepatan maksimal skuter listrik hingga 20 km per jam.
  • Data medis menunjukkan lonjakan 50 persen kasus cedera otak traumatis pada anak dan remaja akibat kecelakaan skuter listrik, mendorong pemerintah mempercepat penerapan regulasi baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Irlandia resmi memperketat aturan penggunaan skuter listrik di ruang publik. Salah satu aturan utamanya adalah menaikkan batas usia minimum pengemudi menjadi 18 tahun, terhitung sejak Senin (20/7/2026).

Langkah tegas ini diambil setelah kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan cedera parah pada pengemudi muda meningkat pesat di berbagai area perkotaan.

1. Pemerintah batasi usia pengendara skuter listrik

Aturan baru tersebut mengubah batas usia minimum pengemudi dari yang semula 16 tahun menjadi 18 tahun. Pemerintah menyepakati perubahan ini demi menekan tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.

Sebelumnya, pemerintah Irlandia sempat mempertimbangkan larangan total terhadap penggunaan skuter listrik. Namun, otoritas setempat akhirnya memilih pengetatan aturan agar aparat keamanan lebih mudah melakukan pengawasan.

"Data dari Children's Health Ireland menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan terkait banyaknya anak muda yang mengalami cedera parah akibat kecelakaan," kata Perdana Menteri Irlandia, Micheál Martin.

2. Syarat kelengkapan pengendara dan batas kecepatan maksimal

Selain penyesuaian usia, pengguna skuter listrik kini wajib memiliki lisensi resmi, mendaftarkan kendaraan mereka, serta memakai helm dan jaket berpendar (high-vis) saat berkendara.

Pemerintah juga melarang penjualan skuter listrik yang dapat melaju melebihi batas kecepatan legal 20 kilometer per jam. Aturan teknis ini memberikan wewenang hukum bagi kepolisian untuk menyita kendaraan yang melanggar.

"Aturan ini sangat penting untuk diterapkan. Namun, pemerintah tetap perlu mempertimbangkan larangan total jika masalah kecelakaan skuter listrik masih belum terkendali," kata Ketua Komite Transportasi Parlemen Irlandia, Michael Murphy, dikutip dari Fine Gael.

3. Lonjakan kasus cedera kepala berat pada anak

Data medis terbaru mencatat kenaikan kasus cedera otak traumatis akibat kecelakaan skuter listrik sebesar 50 persen dalam setahun terakhir. Sebagian besar korban merupakan anak-anak dan remaja yang berkendara tanpa alat pelindung.

Rumah Sakit Anak Temple Street mencatat lebih dari sepertiga pasien anak yang dirawat akibat cedera kepala terhubung langsung dengan kecelakaan skuter listrik. Tingginya angka cedera ini menjadi alasan utama pemerintah memberlakukan aturan baru secara cepat.

"Banyaknya anak yang terluka akibat skuter listrik sangat mengkhawatirkan. Laporan ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah untuk segera bertindak," kata Juru Bicara Keamanan Komunitas Sinn Féin, Mark Ward.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More