China Minta ASEAN Tak Bahas Sengketa Laut China Selatan di AMM 2026

- China menegaskan forum ASEAN bukan tempat membahas sengketa Laut China Selatan dan meminta Filipina fokus pada dialog serta kerja sama kawasan saat menjadi Ketua ASEAN 2026.
- Pemerintah China menyatakan kebijakan diplomasi bertetangga tetap konsisten meski terjadi bentrokan dengan Filipina, dan komitmen terhadap kerja sama regional melalui mekanisme ASEAN tidak berubah.
- China menilai ada pihak yang memanfaatkan isu Laut China Selatan untuk memicu ketegangan menjelang agenda diplomatik penting, namun tetap membuka komunikasi dengan Filipina lewat jalur diplomatik.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah China menegaskan forum kerja sama Asia Timur, termasuk rangkaian pertemuan ASEAN, bukan tempat yang tepat untuk membahas sengketa maritim bilateral di Laut China Selatan.
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian saat menanggapi bentrokan antara personel China dan Filipina di Ren’ai Jiao atau Second Thomas Shoal yang terjadi sehari sebelum dimulainya Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila.
Menurut Lin, insiden tersebut tidak akan mengubah kebijakan diplomasi China terhadap negara-negara tetangganya.
Ia juga meminta Filipina menjalankan perannya sebagai Ketua ASEAN 2026 dengan mengedepankan dialog dan kerja sama kawasan.
“Platform kerja sama Asia Timur bukan tempat yang tepat untuk membahas sengketa maritim bilateral. Filipina harus sungguh-sungguh menjalankan tanggung jawabnya sebagai Ketua ASEAN untuk mendorong dialog dan kerja sama, bukan menempatkan kepentingan politiknya di atas perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Lin Jian dalam jumpa pers, Selasa (21/7/2026).
1. China sebut kebijakan atas ASEAN tidak berubah

Lin mengatakan kebijakan diplomasi bertetangga China tetap konsisten meski terjadi insiden terbaru dengan Filipina. Ia menilai hubungan China dengan negara-negara ASEAN akan tetap mengedepankan kerja sama regional.
Menurutnya, bentrokan di Laut China Selatan tidak akan memengaruhi agenda Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam menghadiri berbagai pertemuan ASEAN di Manila.
China juga memastikan tetap berkomitmen terhadap kerja sama kawasan melalui mekanisme ASEAN.
2. China singgung bentrokan di Laut China Selatan dengan Filipina

Dalam kesempatan itu, Lin menilai bentrokan maritim kerap terjadi menjelang agenda diplomatik penting antara China dan Filipina.
Ia menyebut ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan isu Laut China Selatan untuk memicu ketegangan. Namun, Lin tidak menjelaskan siapa pihak yang dimaksud.
“Perlu dicatat bahwa setiap kali China dan Filipina akan melakukan komunikasi atau ketika kawasan akan menggelar agenda diplomatik penting, selalu ada pihak tertentu yang memanfaatkan isu maritim untuk memicu masalah. Fakta dan siapa yang berada di baliknya saya kira sudah sangat jelas,” ujarnya.
3. China minta Filipina kedepankan dialog

China berharap Filipina memanfaatkan posisinya sebagai Ketua ASEAN untuk memperkuat stabilitas kawasan.
Menurut Lin, ASEAN seharusnya menjadi wadah memperkuat kerja sama, bukan memperuncing sengketa antarnegara.
Pemerintah China juga menegaskan tetap membuka komunikasi dengan Filipina melalui jalur diplomatik.
Rangkaian Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN berlangsung di Manila pada 20–24 Juli 2026 dan dihadiri para menteri luar negeri ASEAN beserta negara-negara mitra dialog.


















