Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita Petugas Manggala Agni Kemenhut Padamkan Karhutla di Palangkaraya
Manggala Agni Kemenhut melakukan pemadaman Karhutla di Kota Palangkaraya (dok. Kemenhut)
  • Karhutla di Palangka Raya meluas hingga mendekati permukiman, sehingga pemadaman menjadi tantangan bagi Manggala Agni Kemenhut.

  • Petugas kembali memadamkan api setelah menerima permintaan warga, bahkan hingga pukul 05.00 subuh.

  • Pada 8-9 Oktober 2026, Manggala Agni menangani sejumlah lokasi kebakaran di Palangka Raya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
8-9 Oktober 2026

Manggala Agni melakukan penanganan kebakaran di sejumlah lokasi di Kota Palangka Raya.

Kamis (8/10/2026)

Pemadaman di Jalan Mahir Mahar samping Green House berlangsung pukul 19.20-19.56 WIB. Pada malam yang sama, petugas kembali memadamkan api di Jalan Talawang hingga 01.00 WIB.

Jumat (9/10)

Pemadaman dilakukan di Kelurahan Sabaru, Jalan Mahir Mahar, mulai pukul 03.30 WIB hingga 05.34 WIB.

Senin (12/10/2026)

Yudo Shekti Mutik menyampaikan keterangan tertulis Kemenhut mengenai tantangan pemadaman Karhutla di Palangka Raya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang meluas hingga mendekati permukiman warga di Kota Palangka Raya.
  • Who?
    Petugas Manggala Agni Kementerian Kehutanan dan Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Kalimantan Yudo Shekti Mutik.
  • Where?
    Sejumlah lokasi di Kota Palangka Raya, termasuk Jalan Mahir Mahar, Jalan Talawang, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, dan Kelurahan Sabaru.
  • When?
    Penanganan tercatat pada 8-9 Oktober 2026, sementara keterangan Yudo disampaikan Senin (12/10/2026).
  • Why?
    Api mendekati permukiman dan masyarakat meminta bantuan untuk mencegah kebakaran mengancam warga.
  • How?
    Petugas merespons aduan masyarakat dan melakukan pemadaman berulang, termasuk setelah sebelumnya selesai bekerja dan hendak beristirahat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Api di hutan dan lahan Palangka Raya makin dekat dengan rumah warga. Petugas Manggala Agni Kemenhut memadamkan api, lalu kembali bekerja setelah warga meminta bantuan. Mereka bekerja dari malam sampai pagi di beberapa tempat. Sekarang, petugas masih membantu saat api dianggap bisa mengancam permukiman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Respons Manggala Agni terhadap aduan masyarakat menunjukkan adanya upaya langsung untuk mencegah api mendekati permukiman. Petugas tetap turun kembali setelah menerima permintaan bantuan, sementara catatan penanganan pada sejumlah lokasi memperlihatkan pemadaman dilakukan secara berulang sesuai kebutuhan di lapangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangkaraya makin meluas hingga mendekati permukiman warga. Pemadaman pun menjadi tantangan bagi Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Petugas sempat kewalahan. Mereka harus kembali bergerak meski sebelumnya baru selesai melakukan pemadaman dan hendak beristirahat.

“Kadang-kadang kan sudah pulang dipanggil juga, apalagi ya kalau kebakaran itu sudah dekat-dekat pemukiman, kita dimintai bantuan, enggak mungkin kita diam saja,” ujar Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Kalimantan Yudo Shekti Mutik dalam keterangan tertulis Kemenhut, Senin (12/10/2026).

1. Petugas melakukan 3 kali pemadaman

Manggala Agni melakukan pemadaman Karhutla di Kalimantan (dok. Kemenhut)

Yudo menceritakan salah satu kejadian ketika petugas baru selesai melakukan pemadaman pada malam hari. Setelah pulang dan hendak beristirahat, warga kembali meminta bantuan sehingga petugas turun lagi dan melakukan pemadaman hingga dini hari.

“Pulang pemadaman magrib lalu didatengin warga, akhirnya apa? Mereka pergi, enggak jadi istirahat, pergi padam sampai jam 01.00 malam. Terus tahu-tahu ada yang datang lagi minta bantuan lagi, jadi mereka enggak jadi pulang lagi, padam lagi sampai jam 05.00 subuh, baru pulang,” katanya.

2. Catatan pemadaman Manggala Agni di Kota Palangka Raya

Menhut Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (23/8/2026). (dok.Kemenhut)

Catatan pemadaman Manggala Agni di Kota Palangkaraya pada 8-9 Oktober 2026 menunjukkan petugas melakukan penanganan di sejumlah lokasi. Pada Kamis (8/10/2026), pemadaman di Jalan Mahir Mahar samping Green House berlangsung pukul 19.20-19.56 WIB.

Pada malam yang sama, petugas kembali melakukan pemadaman di Jalan Talawang, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, mulai pukul 22.28 WIB hingga 01.00 WIB.

Pemadaman kemudian kembali dilakukan pada Jumat (9/10) di Kelurahan Sabaru, Jalan Mahir Mahar. Petugas mulai melakukan pemadaman pukul 03.30 WIB dan selesai pada 05.34 WIB.

3. Manggala Agni merespons aduan masyarakat

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah hasil pengawasan menemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada areal yang mereka kelola dengan total luas mencapai 1.511,55 hektare di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. (Dok. Kemenhut)

Yudo menegaskan respons tersebut dilakukan ketika masyarakat membutuhkan bantuan untuk mencegah api mengancam permukiman.

“Kalau udah warga minta tolong sementara takut satu kampung kebakaran, jadi Manggala Agni turun langsung,” ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article