Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jakarta Peringkat Keenam Kota Berpolusi, Palangkaraya Lebih Ekstrem

2 min read
Jakarta Peringkat Keenam Kota Berpolusi, Palangkaraya Lebih Ekstrem
Polusi Udara di Jakarta memburuk. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
  • Jakarta menempati peringkat keenam kota besar dunia dengan polusi terburuk pada Selasa pagi, mencatat AQI US 159 berdasarkan pemantauan IQAir pukul 05.00-06.00 WIB.
  • Dalam daftar tersebut, Jakarta berada di bawah Kuala Lumpur yang mencatat AQI 160, sementara posisi teratas ditempati Singapura dengan AQI 182.
  • Palangkaraya mencatat kondisi jauh lebih ekstrem dengan AQI+ 599 kategori berbahaya; polutan utama PM2.5 mencapai 375,3 µg/m³ dari dua stasiun pemantauan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Kualitas udara Jakarta masuk jajaran terburuk di antara kota-kota besar dunia pada Selasa (29/9/2026) pagi. Berdasarkan pemantauan IQAir pukul 05.00-06.00 WIB, Jakarta berada di peringkat keenam dengan indeks kualitas udara (AQI) US mencapai 159.

Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat perlu mewaspadai paparan polusi udara, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan polutan.

  1. 1. Jakarta di bawah Kuala Lumpur

    Polusi Udara di Jakarta memburuk. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)
    Polusi Udara di Jakarta memburuk. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

    Dalam daftar IQAir, posisi pertama ditempati Singapura dengan AQI 182, disusul Kolkata, India, 180; Lahore, Pakistan, 174; Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, 165; dan Kuala Lumpur, Malaysia, 160.

    Jakarta berada tepat di bawah Kuala Lumpur dengan AQI 159. Selanjutnya, Kuching, Malaysia, memiliki AQI 157; Dubai, Uni Emirat Arab, 155; Doha, Qatar, 151; dan Kuwait City, Kuwait, 147.

  2. 2. Polusi udara di Palangkaraya berbahaya

    WA_1790642865511.jpeg
    Kondisi polusi udara di Palangkaraya, Selasa (29/9/2026)/(IDN Times Dini Suciatiningrum)

    Sementara itu, kondisi kualitas udara di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada waktu yang hampir sama tercatat jauh lebih buruk.

    Pantauan IQAir pada pukul 06.00 WIB, Selasa (29/9/2026) menunjukkan AQI+ Palangkaraya mencapai 599 atau masuk kategori berbahaya.

  3. 3. Polutan utama konsentrasi 375,3 µg

    Karhutla, BNPB
    Prediksi sebaran polutan berdasarkan data dari BMKG. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

    Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi 375,3 µg/m³. Data tersebut berasal dari dua stasiun pemantauan dengan dua kontributor.

    Dalam tampilan IQAir, kondisi pemantauan tersebut juga menunjukkan suhu 26 derajat Celsius, kecepatan angin sekitar 1 km/jam, dan kelembapan 82 persen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More