Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jakarta Rangking 4 Polusi Udara Terburuk Dunia, Palangkaraya Bahaya!

2 min read
Jakarta Rangking 4 Polusi Udara Terburuk Dunia, Palangkaraya Bahaya!
Polusi Udara di Jakarta memburuk. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
  • Jakarta menempati peringkat keempat kota besar dengan polusi udara terburuk dunia pada Minggu pagi, mencatat AQI 164 kategori tidak sehat menurut IQAir.

  • Palangkaraya mencatat AQI 560 pada pukul 05.00 waktu setempat, dengan peringatan kualitas udara berada pada tingkat berbahaya.

  • BNPB menyatakan kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masih tebal, mengganggu penerbangan serta operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kualitas udara Jakarta masuk dalam jajaran kota besar dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Minggu (27/9/2026) pagi. Berdasarkan pantauan IQAir, Jakarta berada di peringkat keempat dengan indeks kualitas udara (AQI⁺) US mencapai 164.

Dalam keterangan, AQI 164 termasuk kategori “Unhealthy” atau tidak sehat (151–200). Artinya, masyarakat umum mulai dapat mengalami dampak kesehatan, sementara kelompok sensitif dapat mengalami dampak yang lebih serius

  1. 1. Jakarta rangking empat

    IMG-20260927-WA0005.jpg
    Rangking polusi udara di dunia, Minggu (27/9/2026)/ (tangkapan layar IQ AIR)

    Dalam daftar tersebut, Jakarta berada di bawah Addis Ababa, Ethiopia yang mencatat AQI⁺ US 194, Lahore, Pakistan 182, dan Dubai, Uni Emirat Arab 174.

    Sementara itu, Singapura berada di peringkat kelima dengan AQI⁺ US 156, disusul Baghdad, Irak dengan 134, serta Delhi, India dengan 129.

  2. 2. Status udara di Palangkaraya bahaya

    IMG-20260927-WA0004.jpg
    Status polusi udara di Palangkaraya, Minggu (27/9/2026)/ (IDN Times Dini Suciatiningrum)

    Namun, kondisi kualitas udara yang jauh lebih buruk terlihat di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dalam pantauan IQAir pada pukul 05.00 waktu setempat, Minggu (27/9/2026), AQI⁺ US Palangkaraya mencapai 560.

    "560-berbahaya," tulis peringatan IQ air

  3. 3. Kabur asap di Kalimantan masih tebal

    Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Suaka Margasatwa (SM) Ko'mara di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026) s
    Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Suaka Margasatwa (SM) Ko'mara di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026) sore. (Dok. Istimewa)

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan di dalam laporan yang sama ke Presiden Prabowo, menyampaikan kabut asap di sejumlah wilayah di Kalteng dan Kalbar masih tetap tebal. Kondisi itu telah mengganggu penerbangan komersial maupun operasional udara untuk penanganan karhutla.

    Suharyanto juga menepis lantaran pernyataan di rapat terbatas dengan presiden maka pemerintah menganggap karhutla telah selesai. Pemerintah, kata Suharyanto, masih melakukan penanganan serius terhadap karhutla.

    "Untuk itu, saya perlu meluruskan bahwa kondisi karhutla masih memerlukan penanganan serius dan pemerintah tidak menganggap persoalan ini telah selesai," kata Suharyanto.

    Ia mengatakan pihaknya terus memperbaiki dan mengintegrasikan data dari seluruh unsur di lapangan agar informasi yang disampaikan ke Prabowo dan masyarakat menggambarkan kondisi utuh dan akurat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More