Jakarta, IDN Times - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bercerita saat harus mengambil kebijakan besar saat Indonesia dihadapkan dengan krisis ekonomi 2008.
Salah satu kebijakan SBY yang banyak ditentang saat itu adalah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) saat harga minyak dunia terus meroket di tengah gejolak krisis ekonomi global.
Hal ini disampaikan SBY saat menjadi keynote speaker dalam acara Supermentro yang diinisiasi oleh Foreign Policy Community of Indonesia di The ST Regist Jakarta, Selasa (14/4/2026).
SBY mengatakan, setiap kebijakan harus diambil dengan perhitungan yang tepat.
"Menaikkan bahan bakar, itu juga very painful, difficult. Tapi harus saya ambil. Sebab kalau tidak dinaikkan bahan bakar waktu itu, ekonomi kita collapse," kata SBY.
Namun, SBY mengatakan, pemerintah tetap memberikan bantalan ekonomi melalui bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat kurang mampu menyusul adanya kenaikan harga BBM nasional.
