Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita SBY Naikkan Harga BBM Hadapi Krisis Ekonomi 2008: Very Painful
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara supermentor 28 di Jakarta. (IDN Times/Amir Faisol).
  • SBY mengenang keputusan sulit menaikkan harga BBM saat krisis ekonomi 2008 demi mencegah kolapsnya ekonomi nasional, disertai pemberian BLT untuk melindungi masyarakat kurang mampu.
  • SBY menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berani mengambil risiko dengan perhitungan matang serta mengingatkan potensi krisis global terulang akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
  • SBY mendoakan pemerintahan Presiden Prabowo sukses membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045 dengan pembangunan yang kuat, demokrasi kokoh, dan kemajuan peradaban bangsa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2008

Indonesia menghadapi krisis ekonomi global. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan menaikkan harga BBM untuk mencegah ekonomi nasional kolaps dan menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat kurang mampu.

14 April 2026

SBY menjadi keynote speaker dalam acara Supermentro di Jakarta. Ia mengenang keputusan sulit menaikkan harga BBM pada 2008 dan mengingatkan potensi terulangnya krisis global jika konflik di Timur Tengah berlarut.

kini

SBY mendoakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar sukses membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045 dengan pembangunan yang lebih cepat dan stabilitas ekonomi yang kuat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Susilo Bambang Yudhoyono menceritakan pengalamannya menaikkan harga BBM saat krisis ekonomi global 2008 dan menilai keputusan itu sangat berat namun perlu untuk menyelamatkan perekonomian nasional.
  • Who?
    Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, berbicara sebagai pembicara utama dalam acara yang diinisiasi oleh Foreign Policy Community of Indonesia.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di The St. Regis Jakarta dalam acara Supermentro yang digelar oleh Foreign Policy Community of Indonesia.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Selasa, 14 April 2026, saat SBY hadir sebagai keynote speaker dalam forum tersebut.
  • Why?
    SBY menjelaskan kenaikan harga BBM tahun 2008 dilakukan untuk mencegah kolapsnya ekonomi nasional akibat lonjakan harga minyak dunia dan dampak krisis global.
  • How?
    Pemerintah saat itu menaikkan harga BBM disertai pemberian bantuan langsung tunai bagi masyarakat kurang mampu sebagai bantalan ekonomi menghadapi dampak kebijakan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dulu Pak SBY jadi presiden waktu ada krisis uang besar di dunia. Harga minyak naik banget, jadi dia harus naikin harga bensin walau susah dan bikin orang sedih. Tapi dia kasih bantuan buat orang yang susah. Sekarang Pak SBY bilang dunia bisa krisis lagi kalau perang gak berhenti, dan dia doain Pak Prabowo bisa pimpin Indonesia dengan baik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan SBY dalam acara tersebut menunjukkan sikap kepemimpinan yang bertanggung jawab dan reflektif, terutama dalam menghadapi krisis ekonomi 2008. Ia menekankan pentingnya perhitungan matang, kebijakan terukur, serta perlindungan bagi masyarakat melalui BLT. Selain itu, doa dan harapannya bagi pemerintahan Presiden Prabowo mencerminkan semangat kolaboratif demi kemajuan bangsa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bercerita saat harus mengambil kebijakan besar saat Indonesia dihadapkan dengan krisis ekonomi 2008.

Salah satu kebijakan SBY yang banyak ditentang saat itu adalah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) saat harga minyak dunia terus meroket di tengah gejolak krisis ekonomi global.

Hal ini disampaikan SBY saat menjadi keynote speaker dalam acara Supermentro yang diinisiasi oleh Foreign Policy Community of Indonesia di The ST Regist Jakarta, Selasa (14/4/2026).

SBY mengatakan, setiap kebijakan harus diambil dengan perhitungan yang tepat.

"Menaikkan bahan bakar, itu juga very painful, difficult. Tapi harus saya ambil. Sebab kalau tidak dinaikkan bahan bakar waktu itu, ekonomi kita collapse," kata SBY.

Namun, SBY mengatakan, pemerintah tetap memberikan bantalan ekonomi melalui bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat kurang mampu menyusul adanya kenaikan harga BBM nasional.

1. SBY kepemimpinan akan selalu dihadapkan krisis

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara supermentor 28 di Jakarta. (IDN Times/Amir Faisol).

SBY mengatakan, kepemimpinan tidak pernah lepas dari risiko dan ketidakpastian, terutama saat menghadapi sebuah krisis.

Dalam acara itu, SBY turut menegaskan pentingnya perhitungan matang dan arah kebijakan yang jelas dalam mengambil keputusan strategis negara.

Menurut SBY, risiko adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pengambilan kebijakan. Namun demikian, risiko tersebut dapat dikelola dengan baik apabila pemerintah memiliki tujuan yang jelas, memahami alasan di balik setiap keputusan, serta menjalankan langkah-langkah yang tepat melalui kebijakan yang terukur.

"Kalau itu sudah kita kalkulasikan dengan baik, dengan tujuan yang jelas, why keputusan diambil, dan action itu kita lakukan dengan policy yang tepat, pasti lebih banyak berhasilnya dibandingkan tidak berhasilnya. Ini contoh," kata dia.

2. SBY ingatkan krisis ekonomi 2008 terulang kembali

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara supermentor 28 di Jakarta. (IDN Times/Amir Faisol).

SBY mengingatkan potensi terulangnya krisis ekonomi global seperti yang terjadi pada tahun 2008, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah.

SBY menilai, kondisi global sekarang mengandung risiko serius terhadap stabilitas ekonomi dunia. Apabila konflik Timur Tengah tidak terus berlarut, dampaknya dapat memicu perlambatan ekonomi global yang signifikan.

"Sekarang hati-hati. Kalau perang tidak segera berakhir di Timur Tengah, terutama perekonomian dunia akan sungguh turun. Kalau perang berakhir, today, calon deal bisa dicapai di Islamabad, tidak berarti kita sudah kembali normal. Perlu waktu sekian bulan to stabilize, to normalize our global economy," kata dia.

Dia menilai, krisis serupa dapat kembali terjadi apabila tidak ada kesadaran dan kerja sama global, serta kegagalan para pemimpin dunia dalam menjalankan tanggung jawabnya.

"Apa yang kita alami dulu, global economic crisis tahun 2008, bisa terjadi lagi kalau tidak ada kesadaran global, kalau pemimpin dunia gagal melaksanakan tugasnya," kata Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.

3. SBY doakan pemerintahan Presiden Prabowo sukses

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara supermentor 28 di Jakarta. (IDN Times/Amir Faisol).

SBY berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat menyelesaikan semua pekerjaan rumah bangsa agar negara ini dapat melaju lebih cepat menuju kemajuan.

Dia berharap tidak ada lagi persoalan mendasar yang menghambat laju pembangunan nasional.

Dalam konteks kepemimpinan nasional saat ini dan mendatang, SBY turut menyampaikan harapannya terhadap pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto. Dia mendoakan kepemimpinan nasional mampu membawa Indonesia menjadi negara yang lebih kuat dan maju.

SBY mengaitkan hal tersebut dengan visi besar Indonesia Emas 2045—menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi, demokrasi yang kokoh, serta peradaban yang semakin maju.

"Kita doakan pemerintahan kita, pimpinan Presiden Prabowo dan pemimpin-pemimpin siapa pun nanti makin sukses," kata dia.

Editorial Team