Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anggota DPR Dorong BGN Siapkan Kompensasi Korban Keracunan MBG
Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris minta pemerintah tak alergi buat moratoriun MBG. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Charles Honores mendorong BGN memberi kompensasi kepada korban keracunan MBG dan keluarga mereka.
  • Ia menyebut dampak keracunan mencakup kesehatan, mental korban, serta pekerjaan keluarga yang terganggu.
  • Sudaryono meminta maaf atas kasus di Sidoarjo dan menyatakan BGN memonitor serta mendata siswa yang menyantap MBG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (3/9/2026)

Sudaryono menyampaikan permintaan maaf atas kasus keracunan makanan di Sidoarjo. Ia mengatakan BGN memonitor jumlah korban dan meminta pendataan siswa yang menyantap MBG.

Senin (14/9/2026)

Charles Honores mendorong BGN membuat mekanisme kompensasi bagi korban keracunan MBG dan keluarga korban di Gedung DPR RI, Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Charles Honores mendorong BGN memberikan kompensasi bagi korban dan keluarga korban keracunan MBG.
  • Who?
    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honores, BGN, Kepala BGN Sudaryono, korban keracunan MBG, dan siswa di Sidoarjo.
  • Where?
    Charles menyampaikan dorongan itu di Gedung DPR RI, Jakarta. Kasus yang disorot juga terjadi di Sidoarjo dan siswa Karo dirawat di RSCM, Jakarta.
  • When?
    Charles menyampaikan pernyataan pada Senin (14/9/2026). Sudaryono dikutip menyampaikan permintaan maaf pada Kamis (3/9/2026).
  • Why?
    Charles menilai keracunan berdampak pada kesehatan, mental korban, dan pekerjaan keluarga, sementara potensi kasus masih ada tanpa perubahan tata kelola.
  • How?
    Charles meminta BGN atau pemerintah membuat mekanisme kompensasi dan ganti kerugian. BGN juga memonitor serta mendata siswa yang telah menyantap MBG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Charles Honores bilang BGN perlu memberi kompensasi kepada orang yang keracunan MBG dan keluarganya. Ada siswa Karo yang masih dirawat di RSCM Jakarta. Charles mengatakan kasus keracunan bisa terus terjadi jika tata kelola dan desain program tidak berubah. Sudaryono juga meminta maaf untuk kejadian di Sidoarjo.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dorongan pembentukan mekanisme kompensasi membuka ruang bagi penanganan korban dan keluarga yang terdampak keracunan MBG. Pemantauan jumlah korban serta pendataan siswa oleh BGN juga menunjukkan adanya langkah pencatatan terhadap kasus di Sidoarjo, sementara usulan evaluasi total diarahkan pada tata kelola program.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honores mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan kompensasi untuk seluruh korban dan keluarganya yang keracunan program Makan Bergizi gratis (MBG).

Menurut dia, keracunan MBG memberi efek domino bagi kesehatan termasuk dari sisi mental korban hingga pekerjaan keluarga yang terganggu. Ia turut mendorong BGN memberikan kompensasi bagi siswa Karo yang kini masih dirawat di RSCM, Jakarta.

"Saya berharap pihak BGN bisa membuat satu mekanisme kompensasi ya, kepada korban dan keluarga korban. Dan tentunya mekanisme ini dijalankan bukan hanya ke depan, tetapi bagi mereka-mereka yang juga sudah pernah menjadi korban keracunan," kata Charles di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (14/9/2026).

1. Keracunan MBG akan terjadi selagi tak ada perubahan tata kelola

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris ungkap alasan rapat bareng BGN tertutup. (IDN Times/Amir Faisol).

Menurut Charles skema kompensasi sangat penting karena potensi kasus keracunan juga masih akan terjadi ke depannya. Ia mengatakan, secara fundamental design program MBG bukan ada perubahan signifikan sehingga diyakini kasus keracunan masih akan terus berlanjut.

"Kita harus apa BGN atau pemerintah harus punya mekanisme untuk memberikan kompensasi dan ganti kerugian kepada orang-orang yang sudah pernah terjadi atau sudah menjadi korban keracunan," kata dia.

2. Kasus keracunan MBG hampir terjadi di semua provinsi

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris minta putusan MK soal pemisahan anggaran MBG dari pendidikan diterapkan pada APBN 2027. (IDN Times/Amir Faisol)

Politikus PDIP itu mengatakan kasus keracunan MBG terjadi secara beruntun. Ironisnya, hampir dua tahun ini, kasus keracunan sudah lebih dari 584 kejadian di 254 kabupaten/kota di 33 provinsi.

Artinya, Charles menyebut kasus keracunan MBG telah terjadi di hampir semua provinsi di Indonesia.

"Jadi kalau menurut saya, kita harus mau melakukan evaluasi total dalam arti apa? Karena ini desainnya yang bermasalah, sehingga harus mau merubah desain dari penyelenggaraan program ini," kata dia.

3. Bos BGN minta maaf terkait kasus keracunan MBG di Sidoarjo

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (kiri) dan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (kanan). (IDN Times/Santi Dewi)

Kepala BGN Sudaryono, menyampaikan permintaan maaf usai ratusan siswa di Sidoarjo menjadi korban keracunan MBG. Politisi Partai Gerindra itu menilai, hal tersebut bisa terjadi diduga lantaran kelalaian yang disengaja.

"Saya juga menyampaikan di tempat ini, keracunan makanan yang terjadi di Sidoarjo kemarin, permohonan maaf saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional atas kelalaian dan hal-hal yang kemudian menimbulkan gangguan kesehatan atau keracunan makanan di Sidoarjo, di pondok pesantren yang sampai saat ini datanya terekap di tempat kami," ujar Sudaryono seperti dikutip dari akun media sosialnya pada Kamis (3/9/2026).

Sudaryono mengatakan, BGN terus memonitor jumlah korban keracunan. Dia juga meminta jajarannya terus mendata semua siswa yang telah menyantap MBG itu.

"Kasus keracunan di Sidoarjo, kami sudah cek kronologis dan Radar MBG. Ternyata ahli gizi dan kepala dapur itu kemudian tidak melabeli semua omprengnya. Hanya dikasih label satu untuk satu PIC. Jadi dia ngirim, misalnya 400 itu labelnya satu," tutur dia.

Editorial Team

Related Article