Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Daftar Wilayah yang Memasuki Musim Hujan pada November-Desember 2026
Ilustrasi hujan (IDN Times/Anjani Asra)
  • BMKG memprediksi musim hujan 2026-2027 terlambat di 529 ZOM akibat El Nino kuat dan IOD, yang memperpanjang kekeringan serta mempersingkat durasi hujan.

  • Pada November, musim hujan mulai di 185 ZOM, mencakup sebagian Sumatra hingga Papua Selatan; Desember meluas ke 266 ZOM, termasuk sebagian besar Jawa, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi.

  • Puncak hujan diperkirakan berlangsung Desember 2026-Februari 2027. BMKG meminta antisipasi kekeringan, banjir, dan longsor serta penggunaan informasi resmi untuk peringatan dini dan aksi daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (23/9/2026)

BMKG menyatakan El Nino kuat dan IOD memperpanjang kekeringan, sehingga musim hujan 2026-2027 datang lebih lambat dan lebih singkat.

September-Oktober

BMKG mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak kekeringan serta menyiapkan drainase dan kesiapsiagaan banjir-long­sor.

November 2026

Sebanyak 185 ZOM atau 24,66 persen wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan, termasuk sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Desember 2026

Awal musim hujan mencakup 266 ZOM atau 17,31 persen wilayah. BMKG memprediksi 155 ZOM atau 36,94 persen luas daratan mencapai puncak musim hujan.

Januari 2027

Sebanyak 162 ZOM atau 25,68 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mencapai puncak musim hujan.

Februari 2027

Sebanyak 190 ZOM atau 16,79 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mencapai puncak musim hujan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di Indonesia berlangsung lebih lambat dan lebih singkat, dengan banyak wilayah mulai memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026.
  • Who?
    BMKG, Kepala BMKG Teuku Faisal, Deputi Bidang Klimatologi Ardhasena Sopaheluwakan, masyarakat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan menjadi pihak yang menerima dan menggunakan peringatan musim hujan.
  • Where?
    Wilayah terdampak mencakup bagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat utara, dan Papua Selatan.
  • When?
    Awal musim hujan diperkirakan terjadi pada November dan Desember 2026, sedangkan puncaknya diprediksi berlangsung dari Desember 2026 hingga Februari 2027.
  • Why?
    Keterlambatan musim hujan dikaitkan dengan El Nino yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole di sekitar samudra Indonesia, yang mengurangi curah hujan serta memperpanjang kekeringan.
  • How?
    BMKG meminta masyarakat dan pemerintah daerah mengantisipasi kekeringan September–Oktober, menyiapkan drainase dan kesiapsiagaan banjir serta longsor, serta memakai prediksi musim sebagai dasar peringatan dan aksi dini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hujan di banyak tempat di Indonesia akan datang lebih lambat. BMKG bilang El Nino dan IOD membuat musim kering jadi lebih lama. Banyak daerah mulai hujan pada November dan Desember 2026. Hujan paling deras diperkirakan dari Desember sampai Februari. Orang-orang diminta siap menghadapi kering, banjir, dan longsor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah musim hujan yang diperkirakan datang lebih lambat, pemetaan BMKG hingga tingkat zona musim menyediakan gambaran waktu yang jelas bagi berbagai wilayah. Informasi mengenai puncak hujan, potensi kekeringan, serta risiko banjir dan longsor memberi landasan bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah yang lebih sesuai dengan kondisi setempat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Musim hujan periode 2026-2027 di Indonesia terjadi lebih lambat dari biasanya yang mencakup 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08 persen wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hal ini berkaitan dengan fenomena El Nino yang sangat kuat, bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) di sekitar samudra Indonesia yang berdampak pada berkurangnya curah hujan.

“Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal dikutip dalam siaran pers, Rabu (23/9/2026).

Sementara, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan awal musim hujan di Indonesia terjadi tidak bersamaan dengan sebagian besar wilayah Indonesia, yang baru memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026.

Berikut daftar wilayah yang mulai memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026.

1. Wilayah Indonesia yang mengalami musim hujan pada November 2026

Ilustrasi hujan (IDN Times/Ayu Afria)

Sebagian besar wilayah baru akan mengawali musim hujan pada November 2026 yang mencakup 185 Zona Musim (ZOM) atau 24,66 persen wilayah.

Cakupan wilayah yang mengalami musim hujan mulai November antar lain:
- Sebagian Sumatra
- Sebagian Jawa
- Sebagian Kalimantan
- Sebagian Bali
- Sebagian NTB
- Sebagian NTT
- Sebagian Sulawesi
- Sebagian Maluku Utara
- Sebagian Maluku
- Papua Barat bagian utara
- Sebagian Papua Selatan.

2. Daftar wilayah Indonesia yang mengalami musim hujan pada Desember 2026

ilustrasi hujan (IDN Times/Rochmanudin)

Secara jumlah, Desember menjadi salah satu periode dengan cakupan awal musim hujan terbesar, yakni mencakup 266 ZOM atau 17,31 persen wilayah Indonesia.

Musim hujan pada Desember akan dialami wilayah berikut ini:
- Sebagian Lampung
- Sebagian besar Jawa
- Sebagian Kalimantan Selatan
- Sebagian besar Bali
- Sebagian besar NTB
- Sebagian besar NTT
- Sebagian besar Sulawesi
- Sebagian Maluku Utara
- Sebagian Maluku
- Papua Selatan bagian selatan.

3. Puncak musim hujan diprediksi terjadi Desember 2026-Februari 2027

ilustrasi hujan (IDN Times/Rochmanudin)

Meski awal musim hujan diprediksi lebih lambat, sebagian besar wilayah Indonesia tetap diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada periode Desember 2026 hingga Februari 2027.

BMKG memprediksi 155 ZOM atau 36,94 persen luas daratan Indonesia mencapai puncak musim hujan pada Desember 2026. Kemudian 162 ZOM atau 25,68 persen pada Januari 2027 dan 190 ZOM atau 16,79 persen pada Februari 2027.

BMKG juga memprediksi durasi musim hujan 2026/2027 lebih pendek dari normal pada 482 ZOM yang mencakup 51,90 persen luas daratan Indonesia.

Dengan kondisi tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah tetap mengantisipasi dampak kekeringan pada September-Oktober, sekaligus mempersiapkan sistem drainase serta kesiapsiagaan menghadapi banjir dan longsor ketika musim hujan mulai datang.

4. Imbauan BMKG untuk seluruh pihak

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di Gedung DPR RI. (IDN Times/Amir Faisol).

BMKG mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan agar memanfaatkan informasi prediksi musim hujan 2026/2027 ini sebagai acuan peringatan dini (Early Warning), untuk merancang dan mengeksekusi aksi dini (early action).

BMKG menyarankan masyarakat beserta instansi terkait untuk berkonsultasi langsung dengan kantor BMKG terdekat, untuk mendukung perencanaan aksi yang lebih detail dan sesuai dengan kondisi iklim wilayah masing-masing.

Selain itu, BMKG juga mengajak masyarakat untuk selalu mengakses informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi melalui saluran resmi BMKG, demi menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi memicu keresahan publik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article