Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Data Desil Bansos Dinilai Tak Sesuai, Mensos Akan Lakukan Perbaikan
Mantan Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Mensos Gus Ipul menegaskan pemerintah terbuka menerima laporan ketidaksesuaian desil kesejahteraan dan siap memperbaiki data demi penyaluran bansos yang tepat sasaran.
  • Warga dapat mengajukan pemutakhiran melalui musyawarah RT/RW hingga Dinsos, aplikasi SIKS-NG dan Cek Bansos, WhatsApp, Command Center, serta layanan pesan dan telepon.
  • BPS ditunjuk sebagai pengelola tunggal data kesejahteraan untuk konsolidasi nasional; data terus diperbarui karena kondisi warga berubah, termasuk kelahiran, kematian, perpindahan, dan perubahan ekonomi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (31/8/2026) malam

Gus Ipul merespons keluhan ketidaksesuaian desil bansos usai rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI. Ia menegaskan pemerintah terbuka terhadap masukan dan pemutakhiran data agar bansos tepat sasaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah membuka pemutakhiran data kategori desil kesejahteraan menyusul keluhan masyarakat yang menilai data penerima bantuan sosial tidak sesuai kondisi ekonomi sebenarnya.
  • Who?
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Badan Pusat Statistik, pemerintah daerah, operator data desa, serta masyarakat yang mengajukan keluhan atau perbaikan data.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pengajuan pemutakhiran dapat dilakukan melalui RT/RW, kelurahan atau desa, Dinsos, dan kanal digital.
  • When?
    Gus Ipul menyampaikan penjelasan usai Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI pada Senin malam, 31 Agustus 2026.
  • Why?
    Pemutakhiran dilakukan untuk meningkatkan akurasi data kemiskinan, mencegah tumpang tindih data, serta memastikan bantuan sosial disalurkan kepada warga yang berhak.
  • How?
    Masyarakat dapat melapor melalui musyawarah RT/RW, kelurahan atau desa, aplikasi SIKS-NG, WhatsApp, Command Center, aplikasi Cek Bansos, layanan pesan, dan telepon. BPS menjadi pengelola tunggal data kesejahteraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gus Ipul bilang ada warga yang merasa data bantuan tidak cocok dengan keadaan mereka. Pemerintah mau mendengar keluhan dan memperbaiki data. Warga bisa lapor lewat RT, desa, WhatsApp, telepon, atau aplikasi Cek Bansos. BPS mengurus data itu. Data terus diubah supaya bantuan sampai ke orang yang benar-benar butuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keterbukaan pemerintah terhadap laporan warga, didukung beragam kanal pengaduan hingga tingkat desa dan platform digital, memberi ruang nyata bagi koreksi data kesejahteraan. Pengelolaan tunggal oleh BPS serta pemutakhiran yang mengakui perubahan kondisi warga menunjukkan upaya konsolidasi agar penyaluran bansos semakin selaras dengan kebutuhan penerima.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN TimesMenteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, akan melakukan perbaikan data kategori desil kesejahteraan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.

Gus Ipul mengatakan, pemerintah sangat terbuka menerima masukan dan menyediakan berbagai jalur pemutakhiran data. Langkah ini diambil guna memastikan keakuratan data kemiskinan sehingga penyaluran bantuan sosial (bansos) bisa tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Mensos usai menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026) malam.

1. Pemerintah berkomitmen terbuka dan siap lakukan perbaikan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tinjau saat meninjau pelaksanaan program Taruna Bhakti Nusantara dan MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik, Senin (3/8/2026). (Dok. Kemensos)

Gus Ipul mengatakan, pemerintah mengedepankan prinsip keterbukaan dalam tata kelola data kesejahteraan ini. Jika terdapat ketidaksesuaian desil atau dugaan salah sasaran di lapangan, pemerintah siap segera melakukan perbaikan berdasarkan laporan masyarakat.

“Prinsip yang pertama bahwa pemerintah ingin terbuka. Pemerintah dibawah arahan Bapak Presiden Prabowo ingin melibatkan seluruh masyarakat agar kita memperoleh data yang akurat,” ujar dia, dikutip dari siaran pers, Rabu (2/9/2026).

2. Saluran yang tersedia untuk pengaduan

ilustrasi melakukan pengaduan (unsplash.com/freestocks)

Gus Ipul mengatakan, masyarakat dapat mengajukan perbaikan pemutakhiran data dari saluran yang sudah disediakan dalam bentuk formal.

Saluran formal ini bisa dimulai dengan musyawarah tingkat RT/RW, lanjut ke kelurahan/desa, kemudian diteruskan ke Dinsos dengan aplikasi SIKS-NG atau jalur partisipatif seperti aplikasi atau melalui layanan pesan dan telepon.

“Salurannya kita buka lewat WA, kita buka lewat command center, kita buka lewat aplikasi Cek Bansos, kita buka lewat desa-desa dengan aplikasi SIKS-NG, di sana ada operator data desa, dan sekarang ada sekali lagi digitalisasi Bansos,” ujar dia.

3. Gus Ipul mengungkapkan BPS sebagai pengelola data tunggal

Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Dalam penjelasannya, Gus Ipul juga menyebut Badan Pusat Statistik (BPS) ditunjuk sebagai pengelola tunggal data kesejahteraan. Hal ini untuk membantu melakukan pemutakhiran data dan menghindari adanya data tumpang tindih.

Penunjukan ini dilakukan agar pemetaan status ekonomi masyarakat mengacu pada satu standar data nasional yang lebih solid.

“Nah dengan adanya pengelola tunggal data ini, yaitu BPS, ini memudahkan kita untuk konsolidasi,” kata dia.

4. Gus Ipul menekankan data kesejahteraan tetap dinamis

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memaparkan penyaluran bansos di Gedung Kemensos, Rabu (5/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Gus Ipul menjelaskan, proses pemutakhiran ini penting untuk membuat data lebih akurat. Kondisi masyarakat bersifat dinamis karena setiap harinya ada warga yang meninggal, lahir, berpindah tempat tinggal dan menikah, serta ada warga yang mengalami penurunan atau peningkatan status kesejahteraan dalam kurun waktu tertentu.

“Ini (pemutakhiran) penting, karena data menjadi penentu apakah program kita tepat sasaran, program kita sampai kepada mereka yang berhak,” ujar dia.

5. Imbauan bagi warga untuk aktif memberikan laporan

ilustrasi pembagian bansos (IDN Times/Aditya Pratama)

Gus Ipul pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan keluhannya jika merasa kategori desil yang tercantum tidak memotret keadaan sebenarnya.

“Jadi kalau ada keluhan, setiap ada fakta-fakta yang ada di lapangan, kita segera tindaklanjuti, kita segera mutakhirkan,” ujar dia.

Langkah tersebut diyakini menjadi kunci utama agar bantuan pemerintah dapat menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Jadi itu tentu kita apresiasi dan kita buka untuk dilakukan pemutakhiran, Insya Allah data kita akan makin akurat,” kata Gus Ipul.

Curated For You

Editorial Team

Related Article