Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Pilkada
Ilustrasi Pilkada (IDN Times/Mardya Shakti)

Intinya sih...

  • Sikap PDIP tetap menolak wacana pilkada lewat DPRD. Partai ini teguh pada pendiriannya bahwa pilkada adalah hak rakyat yang tidak bisa diwakilkan pada segelintir orang di DPRD.

  • PDIP menjadi satu-satunya parpol di parlemen yang menolak wacana pilkada lewat DPRD, dengan hanya 16 persen suara di parlemen.

  • PDIP yakin akan ada dinamika penolakan dari masyarakat yang merasa suaranya tak lagi terwakilkan oleh DPR, dan menunggu dukungan dari masyarakat sipil terhadap kehendak partai pemerintah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus mengatakan, ada upaya dari partai di koalisi pemerintah mengajak PDIP untuk mendukung wacana sistem pilkada melalui DPRD.

Meski begitu, Deddy mengatakan, belum ada jadwal resmi kapan DPR mulai membahas wacana tersebut.

"Lobi-lobi, saya kira pembicaraan-pembicaraan, ngobrol-ngobrol sudah. Tapi kan memang belum ada jadwal resmi kapan dimulai pembahasan. Baru di lingkaran partai pendukung pemerintah, partai koalisi," kata dia saat dihubungi awak media, Rabu (7/1/2026).

1. Sikap PDIP tetap menolak wacana pilkada lewat DPRD

Ilustrasi Pilkada (IDN Times/Aditya Pratama)

Deddy menegaskan, PDIP tetap teguh pada pendiriannya sejak awal, yakni menolak usulan pilkada melalui DPRD.

"Sikap kita kan sudah tegas dari awal, kita enggak akan berubah. Bahwa itu adalah hak rakyat yang tidak bisa diwakilkan pada segelintir orang di DPRD," tuturnya.

2. PDIP jadi satu-satunya parpol di parlemen yang menolak wacana pilkada lewat DPRD

Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus. (IDN Times/Amir Faisol)

Sikap tersebut menjadikan PDIP sebagai satu-satunya parpol di parlemen yang menolak wacana pilkada lewat DPRD.

"Kalau hitung-hitungan matematisnya kita kan hanya 16 persen. Dengan enam partai sudah menyetujui maka secara matematika, ya itu mereka akan berhasil mengusulkan dong," ujar Deddy.

3. PDIP yakin rakyat akan bersuara

Ilustrasi pilkada serentak. (Dok.IDN Times)

Lebih lanjut, PDIP meyakini akan ada dinamika penolakan, khususnya dari kelompok masyarakat yang merasa suaranya tak lagi terwakilkan oleh DPR.

"Tapi kan pasti akan ada dinamika, pasti akan ada suara-suara masyarakat, suara kelompok lain yang tidak terwakilkan di legislatif," tutur Deddy.

"Kita tentu tetap tegas, teguh, agar kepala daerah dipilih secara langsung. Bukan diwakilkan pada oligarki DPRD. Nah tentu di sini kita menunggu dukungan dari masyarakat sipil, bagaimana sikap masyarakat sipil terhadap kehendak dari partai-partai pemerintah itu. Dari partai pengusung pilkada oleh DPRD," imbuh dia.

Editorial Team