Jakarta, IDN Times - Viralnya rencana aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) tidak muncul secara tiba-tiba. Percakapan di media sosial lebih menyerupai konvergensi berbagai keluhan terkait kondisi pemerintahan saat ini yang kemudian menemukan momentum, identitas dan tujuan aksi yang sama.
Hal itu merupakan salah satu poin yang diperoleh dari platform Drone Emprit dengan menggunakan fitur baru yakni virality analysis. Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi mendapatkan temuan percakapan yang mengarah ke aksi demo 27 Agustus sudah terbentuk pada periode 16 hingga 18 Agustus 2026.
"Ketika itu percakapan masih relatif terfragmentasi dengan simpul seperti Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), DPR RI, RUU Perampasan Aset, hukuman mati, Puan Maharani, #Pati dan sejumlah isu lokal," ungkap Ismail di dalam akun media sosialnya dan dikutip pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Kemudian, pada 19 Agustus hingga 20 Agustus 2026, muncul tagar demo dan hubungan antarisu semakin rapat. Pada 21 Agustus hingga 24 Agustus, aliran antarnode dan antarplatform menjadi jauh lebih padat.
"Jadi, 27 Agustus merupakan titik konsolidasi dari percakapan yang sudah matang sekitar 7 hingga 10 hari sebelumnya," kata dia.
IDN Times telah meminta izin kepada Ismail Fahmi untuk mengutip hasil analisa Drone Emprit.
