Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aksi Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) membacakan evaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (20/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Mahasiswa dari berbagai universitas yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) sebelumnya menggelar aksi simbolik di Tugu Proklamasi dan melanjutkan aksi massa di Tugu Tani, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan alias Atop, mengatakan, gerakan tersebut membawa keresahan masyarakat yang dihimpun melalui survei terhadap 560 responden dari Sumatra hingga Papua.
“Hasil survei menunjukkan 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinetnya telah gagal,” kata Atop.
Survei tersebut mencakup beberapa permasalahan, mulai dari mahalnya harga kebutuhan pokok, pembatasan kebebasan berpendapat, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, hingga deforestasi dan kebakaran hutan. Biaya pendidikan serta kesehatan juga menjadi perhatian.
Polda Metro Jaya menyiapkan ribuan personel untuk mengamankan berbagai kegiatan masyarakat, termasuk penyampaian aspirasi di sejumlah titik Jakarta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, terdapat 52 kegiatan masyarakat pada Selasa, yang terdiri dari 26 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan 26 kegiatan masyarakat lainnya.
“Adapun 26 kegiatan aspirasi penyampaian pendapat di muka umum dilaksanakan di beberapa titik, seperti hari ini kita berada di Silang Selatan Monas dan sekitar wilayah Tugu Tani, Tugu Proklamasi, DPR/MPR RI, beberapa titik di kementerian lembaga di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” kata Budi.