Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso egiatan Pekan Ilmiah Tahunan IDAI di Hotel Shangrilla, Minggu (20/11/2022)/IDN Times Dini Suciatiningrum
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso egiatan Pekan Ilmiah Tahunan IDAI di Hotel Shangrilla, Minggu (20/11/2022)/IDN Times Dini Suciatiningrum

Intinya sih...

  • RSUP Fatmawati membutuhkan dokter spesialis jantung anak

  • Dokter Piprim dimutasi di RSUP Fatmawati

  • Dokter Piprim ungkap dipecat Menkes di media sosial

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Direktur Utama RSUP Fatmawati, dr. Wahyu Widodo, buka suara terkait pemberhentian dokter konsultan jantung anak senior, Piprim Basarah Yanuarso, yang sebelumnya menyatakan dirinya dipecat oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Terkait pernyataan Piprim yang mengaitkan mutasi dengan polemik kolegium dan independensi organisasi profesi, Wahyu menegaskan, dasar rekomendasi yang ia ajukan murni akibat pelanggaran disiplin sebagai aparatur sipil negara (ASN).

"Pemberhentian Saudara Piprim Basarah tidak ada kaitannya dengan mengkritik kebijakan Kemenkes. Beliau diberhentikan karena mangkir berturut-turut selama 28 hari. Ini melanggar PP No 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS," tegasnya saat dihubungi IDN Times, Senin (16/2/2026).

1. RSUP Fatmawati butuh dokter spesialis jantung

Suasana RS Fatmawati (ANTARA News/RS Fatmawati))

Menurut Wahyu, awal mula persoalan bermula dari kebutuhan pengembangan layanan jantung anak di RSUP Fatmawati. Sebagai rumah sakit vertikal yang banyak menerima rujukan, Fatmawati membutuhkan tambahan dokter spesialis jantung anak dan bedah jantung.

“Kami berkirim surat karena memerlukan dokter bedah jantung dan dokter jantung anak untuk pengembangan layanan jantung anak di Fatmawati. Itu masuk dalam penyakit prioritas,” ujar Wahyu.

2. Dokter Piprim dimutasi di RSUP Fatmawati

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso di Kantor IDAI, Menteng, Jakpus, Kamis (1/8/2024). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Saat itu, kata dia, jumlah dokter jantung anak di Fatmawati hanya satu orang dan dokter bedah jantung hanya dua orang. Permintaan penambahan tenaga medis kemudian diproses sesuai mekanisme rumah sakit vertikal.

Dari proses tersebut, keluar surat keputusan (SK) mutasi sejumlah dokter, termasuk dr. Piprim dan seorang dokter bedah toraks, dr. William. Namun, hanya William yang melapor dan bertugas di Fatmawati.

“Dokter Piprim dipanggil-panggil tidak pernah datang. Karena sudah ada SK pemindahan, dalam benak kami, kalau ada surat pindah, ya pindah dan bekerja,” kata Wahyu.

3. Dokter Piprim ungkap dipecat Menkes di media sosial

Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama Sekda Jateng saat konferensi pers terakhir perkembangan terbaru layanan CKG untuk wilayah Jateng. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Ia menjelaskan, pihaknya telah berupaya menghubungi yang bersangkutan. Namun, Piprim menyatakan tidak akan hadir sampai proses gugatan atas mutasinya selesai di pengadilan tata usaha negara.

“Kalau saya menyarankan, menggugat silakan saja, itu hak. Tapi namanya sudah dipindah, ya pindah dulu, bekerja sambil menggugat. Itu tidak ada masalah. Tapi Beliau tidak mau,” katanya.

Dokter konsultan jantung anak senior, Piprim Basarah Yanuarso, mengaku dipecat oleh Menteri Kesehatan . Hal tersebut disampaikan Piprim melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (15/2/2026).

"Akhirnya saya dipecat oleh Pak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin," ucapnya.

Dalam pernyataannya, Piprim juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pasien dan peserta didiknya karena tidak lagi dapat mendampingi mereka.

"Kepada seluruh pasien-pasien saya khususnya RSCM, murid-murid saya, mahasiswa saya, residen, calon dokter anak, dan fellow calon konsultan jantung anak, saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak lagi bisa mendampingi kalian-kalian dalam menempuh pendidikan kalian," ujarnya.

Editorial Team