Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemenhut Bangun Rumah bagi Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang

Kemenhut Bangun Rumah bagi Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membangun delapan unit hunian bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. (Dok. Kemenhut)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membangun delapan unit hunian bagi warga terdampak banjir dan longsor di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Pembangunan tersebut dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan) bersama Ikatan Polisi Kehutanan Indonesia (IPKI).

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan semangat pengabdian yang terus didorong Menhut Raja Juli Antoni menjadi landasan bagi jajaran Polisi Kehutanan untuk tidak hanya menjaga kawasan hutan, tetapi juga hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Budhi Bhakti Wirawana mengajarkan bahwa pengabdian Polisi Kehutanan tidak berhenti pada menjaga kawasan hutan. Ketika masyarakat menghadapi bencana, nilai-nilai itu menuntun kami untuk hadir, bergotong royong, dan memberikan manfaat nyata. Menjaga hutan pada hakikatnya juga berarti menjaga kehidupan masyarakat yang bergantung padanya,” ujar Dwi seperti dilansir dari situs resmi Kemenhut, Jumat (24/7/2026).

1. Pembangunan rumah hasil gotong royong Polisi kehutanan

116CD182-7708-4E07-B4B4-2C4430A71B87.jpeg
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membangun delapan unit hunian bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.(Dok. Kemenhut)

Penyerahan delapan unit hunian dilakukan secara simbolis oleh Januanto selaku Pembina Polisi Kehutanan kepada Datok Desa Sekumur. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan bimbingan teknis pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang diselenggarakan Ditjen Gakkum Kehutanan.

Turut hadir Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Koordinator Satgas Galapana DPR RI dalam Pemulihan Bencana, T.A. Khalid. Ia mengajak masyarakat Desa Sekumur untuk terus bangkit dan mempercepat pemulihan pascabencana melalui pemberdayaan di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Ketua Umum IPKI, Sustyo Iriyono, mengatakan pembangunan delapan unit hunian merupakan hasil gotong royong anggota Polisi Kehutanan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Hunian ini berdiri karena semangat kebersamaan keluarga besar Polisi Kehutanan. Setiap dukungan yang diberikan anggota menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh Tamiang. Inilah makna Budhi Bhakti Wirawana yang kami wujudkan melalui aksi nyata,” ujarnya.

2. IPKI juga akan renovasi Taman Pendidikan Al-Qur'an

E9DC9F82-AE75-492C-A09F-B871F2B422C6.jpeg
Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Dwi Januanto Nugroho (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Selain membangun hunian, IPKI akan melanjutkan kegiatan sosial melalui renovasi Taman Pendidikan Al-Qur'an di Desa Sulum, Kecamatan Sekerak, menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Melalui berbagai kegiatan tersebut, Kementerian Kehutanan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kepedulian sosial, sejalan dengan arahan Menhut Raja Juli Antoni agar insan kehutanan memberikan manfaat tidak hanya bagi kelestarian hutan, tetapi juga bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya,” ujar Januanto.

3. Pembangunan rumah jadi bentuk kepedulian Kemenhut

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Anton saat diwawancarai di Kemenhut, Jumat (3/7/2026).
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Anton saat diwawancarai di Kemenhut, Jumat (3/7/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Menhut Raja Juli Antoni mengatakan, program pembangunan hunian ini menjadi bentuk nyata kepedulian Kemenhut terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Seluruh rumah telah rampung dibangun dan kini ditempati oleh keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan longsor.

“Pembangunan hunian tersebut juga menjadi wujud pengamalan Budhi Bhakti Wirawana, kode etik Polisi Kehutanan yang menjunjung tinggi nilai pengabdian, kepedulian, dan gotong royong dalam menjalankan tugas kepada masyarakat,” ujar dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More