Hormati Perundingan CoC, AS: Asal Jangan Rugikan Kami!

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) menghormati proses perundingan Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan yang tengah dilakukan ASEAN dan China. Namun, Washington menegaskan hasil akhir perundingan tersebut tidak boleh mengabaikan maupun merugikan kepentingan Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Duta Besar AS untuk ASEAN Kevin Kim saat menjawab pertanyaan mengenai sikap Washington terhadap perkembangan negosiasi CoC, dalam konferensi pers virtual usai rangkaian Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila, Filipina.
Kim mengatakan, pembahasan CoC merupakan isu penting bagi ASEAN dan China yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Karena itu, Amerika Serikat menghormati mekanisme ASEAN yang mengedepankan konsensus dalam menyelesaikan perundingan tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan, Amerika Serikat juga memiliki kepentingan strategis di Laut China Selatan. Oleh sebab itu, Washington memandang hasil negosiasi CoC harus tetap sejalan dengan hukum internasional dan tidak mengurangi kepentingan negara tersebut.
1. AS hormati negosiasi ASEAN dan China

Kim mengatakan, Amerika Serikat menghormati keputusan ASEAN untuk melanjutkan pembahasan CoC bersama China melalui mekanisme konsensus yang menjadi prinsip organisasi tersebut.
Menurut dia, negosiasi CoC merupakan proses yang telah berlangsung selama beberapa dekade dan memiliki arti penting bagi seluruh pihak yang terlibat, baik ASEAN maupun China.
“Amerika Serikat menghormati keputusan ASEAN dan kemampuannya untuk berdiskusi dengan China mengenai isu ini yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Jelas ini merupakan isu yang sangat penting, baik bagi China maupun seluruh negara anggota ASEAN,” ujar Kim, Jumat (24/7/2026).
Ia menambahkan, Washington menghargai upaya ASEAN dalam membangun konsensus terkait penyusunan CoC, sembari terus mengikuti perkembangan perundingan tersebut.
2. AS tegaskan kepentingannya di Laut China Selatan

Di sisi lain, Kim menegaskan, Amerika Serikat memiliki kepentingan yang tidak dapat diabaikan di Laut China Selatan sehingga hasil akhir CoC tidak boleh bertentangan dengan kepentingan tersebut.
Menurut dia, posisi tersebut menjadi prinsip dasar pemerintah AS dalam memandang proses negosiasi yang saat ini masih berlangsung antara ASEAN dan China.
“Dari perspektif Amerika Serikat, kami dapat mengatakan bahwa hasil apa pun tidak boleh merugikan kepentingan Amerika Serikat, karena AS juga memiliki kepentingan dan kepentingan strategis yang sangat penting di Laut China Selatan,” kata Kim.
Pernyataan itu menjadi penegasan terbaru Washington di tengah upaya ASEAN dan China mempercepat penyelesaian CoC, yang diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menjaga stabilitas serta mengurangi potensi konflik di Laut China Selatan.
3. AS kembali tegaskan dukung UNCLOS dan Filipina

Selain menyoroti proses negosiasi CoC, Kim menegaskan Amerika Serikat akan tetap menjalankan komitmennya dalam menjaga kebebasan navigasi di Laut China Selatan.
Ia mengatakan, Washington akan terus berlayar di perairan internasional, memenuhi kewajiban perjanjian pertahanan dengan Filipina, serta menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 dan putusan tribunal arbitrase Laut China Selatan tahun 2016.
“Amerika Serikat akan terus berlayar di perairan internasional. Amerika Serikat akan terus memenuhi kewajiban perjanjian kami kepada Filipina. Amerika Serikat juga akan terus menjunjung prinsip-prinsip hukum internasional seperti UNCLOS serta putusan tribunal arbitrase tahun 2016,” ujar Kim.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap situasi Laut China Selatan dalam rangkaian Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila. Sebelumnya, Indonesia juga kembali mendorong agar penyelesaian CoC dilakukan secara efektif, substantif, dan berdasarkan hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982, sehingga mampu menjaga perdamaian, stabilitas, serta kepastian hukum di kawasan.


















