Trump Terapkan Tarif Baru, Dubes AS: Komitmen ke ASEAN Tetap Sama

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) menegaskan, kebijakan tarif baru yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump tidak mengurangi komitmen Washington terhadap ASEAN. Pemerintah AS menyebut, hubungan dengan kawasan Asia Tenggara tetap menjadi bagian penting dari kepentingan nasional Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar AS untuk ASEAN Kevin Kim saat menjawab pertanyaan mengenai kenaikan tarif impor yang diumumkan sehari setelah rangkaian Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila, Filipina.
Pertanyaan itu muncul karena sejumlah negara ASEAN turut terdampak kebijakan tarif baru AS, sementara Washington sebelumnya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan dengan kawasan.
Menanggapi hal tersebut, Kim mengatakan isu perdagangan hanya merupakan salah satu aspek dalam hubungan AS dan ASEAN. Menurutnya, kerja sama kedua pihak mencakup berbagai bidang lain, mulai dari keamanan, investasi, teknologi hingga energi.
1. AS sebut perdagangan hanya salah satu pilar hubungan
Kim mengatakan, persoalan teknis mengenai kebijakan tarif berada di bawah kewenangan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR). Meski demikian, ia menegaskan pemerintah AS tetap berkomitmen membangun hubungan jangka panjang dengan ASEAN.
Menurut dia, pemerintahan Trump saat ini berupaya menciptakan sistem perdagangan yang dinilai lebih adil dan saling menguntungkan bagi seluruh pihak.
“Amerika Serikat sedang mengupayakan perdagangan yang adil dan timbal balik. Presiden Trump terpilih karena rakyat Amerika meyakini bahwa sistem perdagangan selama 30 hingga 40 tahun terakhir perlu diperbaiki demi kepentingan rakyat Amerika,” kata Kim secara online, Jumat (24/7/2026).
Ia menambahkan, hubungan dagang yang berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila berbagai ketidakseimbangan dalam sistem perdagangan dapat diselesaikan.
2. Komitmen terhadap ASEAN tetap kuat
Kim menegaskan, kebijakan perdagangan tidak mengubah arah hubungan strategis Amerika Serikat dengan ASEAN. Menurutnya, perdagangan hanyalah salah satu komponen dalam kemitraan kedua pihak. Washington, kata dia, akan tetap melanjutkan kerja sama di berbagai sektor lainnya.
“Perdagangan hanyalah salah satu komponen hubungan Amerika Serikat dengan ASEAN. Kami akan terus bekerja sama dan terus membahas isu tersebut,” ujarnya.
Ia menyebut ASEAN tetap menjadi kawasan yang memiliki arti penting dalam strategi Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik, sehingga hubungan kedua pihak akan terus diperkuat.
3. AS kembali tegaskan bersama ASEAN ‘100 persen’
Dalam kesempatan yang sama, Kim kembali menegaskan komitmen pemerintah Presiden Donald Trump terhadap ASEAN. Ia mengutip pernyataan Trump, Amerika Serikat akan terus mendukung ASEAN sepenuhnya dan tidak akan mengorbankan hubungan dengan kawasan demi kepentingan negara lain.
“Seperti yang disampaikan Presiden Trump, Amerika Serikat bersama ASEAN seratus persen. Kami tidak akan pernah meninggalkan kemitraan ini. Apa pun yang terjadi di belahan dunia lain atau bagaimana pun hubungan bilateral kami dengan negara lain, kami tidak akan melakukannya dengan mengorbankan mitra-mitra kami. Asia Tenggara akan tetap menjadi inti dari upaya Amerika Serikat mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” ujar Kim.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah pemerintah AS mengumumkan kebijakan tarif baru terhadap puluhan mitra dagangnya, termasuk sejumlah negara ASEAN. Kebijakan itu memicu pertanyaan mengenai konsistensi komitmen Washington terhadap kawasan, di tengah upaya memperkuat kemitraan strategis dengan negara-negara Asia Tenggara.


















