Jakarta, IDN Times - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, meminta rencana importasi 105 ribu unit mobil pikap dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dibatalkan. Menurut dia, rencana ini menandakan Bos Agrinas belum paham cara berfikir Presiden Prabowo Subianto.
Said mengatakan, rencana pembelian mobil pikap tersebut memakai APBN, dan bersifat multiyears. Dengan struktur APBN yang terbatas ruang fiskalnya, setiap pembelian barang dan jasa yang memakai uang APBN harus diperhitungkan manfaat ekonominya.
"Bisa jadi penawaran harga beli dari India lebih murah, tetapi apakah sudah dipikirkan aftersale-nya, bagaimana suku cadangnya, ketersedian dan jangkauan bengkelnya. Kalau kita perhitungkan ini semua, bisa jadi harganya lebih mahal, dari niatan awal efisiensi," kata Said dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
