Jakarta, IDN Times - Komisi IV DPR memanggil Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyusul maraknya peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, meminta Raja Juli mencegah karhutla supaya tidak semakin meluas. Rapat hari ini dinilai mendesak untuk meminta penjelasan komprehensif dari Kementerian Kehutanan mengenai peristiwa Karhutla di sejumlah daerah.
"Membutuhkan perbaikan tata kelola yang fundamental. Dalam rapat hari ini, Komisi IV DPR RI meminta penjelasan komprehensif dari Kementerian Kehutanan tentang penanganan kebakaran hutan dan lahan agar tidak meluas," ujar Alex di ruang Komisi IV DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
DPR meminta pemerintah melakukan mitigasi karhutla di daerah-daerah yang berpotensi terjadi kebakaran, termasuk di luar provinsi prioritas. Alex mengingatkan, pemerintah agar melakukan penegakan hukum kepada pihak-pihak yang menyebabkan karhutla.
"Pemerintah tidak boleh kalah cepat dari titik api, pencegahan harus diutamakan daripada sekadar penanggulangan saat api sudah membesar," kata Politikus PDIP ini.
Salah satu Karhutla yang meluas terjadi hampir di seluruh wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Kondisi kekeringan ekstrem membuat lahan dan vegetasi kering sehingga api lebih mudah menyebar. Sejumlah wilayah Sulsel telah mengalami kebakaran lahan dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya di Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulsel, Kasman, mengatakan kondisi lahan yang kering membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Vegetasi seperti semak-semak yang mengering dinilai sangat mudah terbakar hanya karena percikan api kecil.
"Semak-semak yang sangat kering itu sangat mudah terbakar. Sedikit saja percikan itu bisa menyebabkan kebakaran," kata Kasman, Selasa (18/8/2026).
