Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dudung Bantah Terlibat Titik Dapur MBG: Kalau Ada, Saya Kasih Hadiah
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Dudung Abdurachman membantah terlibat kepemilikan dapur SPPG dan menegaskan dirinya hanya membantu menghubungkan pihak pesantren dengan pejabat BGN tanpa keterlibatan lebih lanjut.
  • Ia menyatakan siap memberi hadiah bagi siapa pun yang bisa membuktikan keberadaan dapur MBG miliknya, menegaskan tidak memiliki titik dapur seperti yang diberitakan.
  • Tersangka Sony Sonjaya berencana menjadi justice collaborator dalam kasus program Makan Bergizi Gratis dan mengaku telah menyebut sejumlah nama besar dari unsur politik, TNI, serta Polri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Dudung dibilang punya dapur buat program makan bergizi, tapi dia bilang tidak punya. Dia cerita cuma bantu kenalkan orang pesantren ke pejabat supaya bisa bangun dapur, tapi dapurnya belum jadi juga. Pak Dudung bilang kalau ada yang bisa temukan dapur itu, dia mau kasih hadiah. Sekarang masih diselidiki soal kasusnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nama Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, membantah terlibat kepemilikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal itu terkait dengan beredarnya sejumlah nama diduga disebarkan pada berita acara pemeriksaan (BAP) mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang kini menjadi tersangka.

"Terus satu hal saya ingin menyampaikan klarifikasi, ada berita Pak Dudung katanya punya titik melalui Pak Dadan. Saya informasikan, jadi beberapa bulan yang lalu, mungkin tujuh, enam bulan yang lalu, saya kan dekat dengan pesantren. Ada pengurus-pengurus pesantren itu ada Abah Junaidi, ada Ustaz Iskandar," ujar Dudung di kantor KSP, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

"Itu menyampaikan kepada saya bahwa ada program memang pesantren ya, untuk sebagai sasaran penerima manfaat. Karena di pesantren itu kan ada santrinya empat ribu, ada yang lima ribu, sehingga bisa ditetapkan sebagai titik untuk dapurnya," sambungnya.

1. Progresnya belum ada

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dudung mengaku, pada pertemuannya dengan Dadan Hindayana beberapa waktu lalu, yang saat itu masih menjabat Kepala BGN menginformasikan ada pesantren yang sudah siap membangun SPPG.

"Nah, kemudian minta dikenalkan dengan Pak Dadan. Saya sampaikan Pak Dadan ini ada pesantren yang sudah siap ya, sudah ditentukan, dia sudah mulai secara administrasi sudah siap. Nah, realisasinya tidak ada. Akhirnya saya sampaikan Pak Dadan, 'Oh silakan Pak nanti hubungi Pak Arif Nurahman staf saya'. Akhirnya silakanlah mereka berhubungan. Mereka berhubungan saya sudah tidak mengerti apa-apa," kata dia.

Saat bertemu kembali dengan Dadan, Dudung bertanya mengenai progres pembangunan SPPG di pesantren. Tapi, kata Dudung, hingga kini progresnya belum selesai.

"Nah, waktu Pak Dadan ke sini beberapa minggu yang lalu, saya tanya Pak Dadan gimana itu? Rupanya sampai sekarang prosesnya pun belum selesai, bangunnya—dapurnya pun belum terbangun. Saya tanya Abah Junaidi dan sebagainya. Cuma karena saya yang minta tolong kepada Pak Dadan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur. Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi enggak ada sama sekali saya punya dapur ya.," ucap dia.

2. Dudung siapkan hadiah bila terbukti punya dapur MBG

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam kesempatan itu, Dudung menyiapkan hadiah untuk siapa saja yang menemukan dapur MBG miliknya.

"Sekali lagi ya, kalau ada yang menemukan dapurnya Pak Dudung, saya kasih hadiah," ujar dia.

3. Sony Sonjaya siap bongkar nama besar

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Purn Pol Sony Sonjaya temui demonstran di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Sebelumnya, Sony Sonjaya bakal mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) dalam kasus tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengacara Sony, Krisna Murti, menjelaskan JC itu secara resmi akan diajukan pada Senin, 8 Juni 2026.

“Betul, klien saya akan mengajukan JC, secara resmi surat JC akan diajukan kepada Jampidsus hari Senin,” kata Krisna kepada IDN Times, Jumat (5/6/2026).

Krisna menyebut terdapat nama-nama besar yang telah diungkap Sony dalam berita acara pemeriksaan (BAP) saat diperiksa Kejagung pada Kamis, 4 Juni 2026.

Nama-nama besar itu ada dari unsur partai politik, TNI dan Polri. Namun demikian, Krisna enggan membuka nama-nama besar itu.

"Sudah dituangkan dalam BAP,” ujar jenderal purnawirawan Polri itu.

Editorial Team

Related Article