Tepis Isu Dua Kolonel di Kasus MBG, Demokrat: AHY Tak Kenal Sony Sonjaya

- Partai Demokrat menegaskan AHY tidak mengenal Sony Sonjaya dan tidak terlibat dalam kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Herzaky Mahendra Putra menyebut tuduhan bahwa AHY mengutus dua kolonel dalam skandal MBG sebagai fitnah tanpa dasar.
- Sony Sonjaya, tersangka eks pejabat BGN, mengajukan diri sebagai justice collaborator untuk membantu mengungkap lebih dari 20 nama yang diduga terlibat.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak mengenal mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya yang kini ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
Beredar di media sosial, nama AHY terdapat dalam 20 daftar nama yang diklaim ikut terlibat dalam skandal kasus program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pihak Sony Sonjaya. AHY disebut mengutus dua orang kolonel terlibat dalam skandal kasus MBG.
"Karena itu, frasa 'dua orang kolonel usulan AHY,' jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran," kata Herzaky kepada jurnalis, Selasa (9/6/2026).
Herzaky menegaskan, AHY tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan Sony Sonjaya tentang pendirian satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) maupun urusan lainnya. Dia mengatakan, AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, hingga meminta bantuan Sony Sonjaya.
"AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Saudara Sony Sonjaya," kata dia.
Sebelumnya, eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya resmi mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam kasus korupsi tata kelola program MBG.
Pengacara Sony, Krisna Murti, mengatakan, pengajuan justice collaborator itu dilakukan kliennya bukan untuk menghindari proses hukum yang sedang berjalan. Dia mengklaim, lewat justice collaborator itu kliennya akan bersikap kooperatif dan mengungkap pihak lainnya yang terlibat dalam kasus itu.
"Bukan menghindar dari permasalahan hukum tapi kami ingin mengungkap dan kooperatif mengungkap siapa saja yang terlibat di dalam program unggulan Presiden ini," ujar dia kepada jurnalis di Kejaksaan Agung, Senin (8/6/2026).
Sony juga disebut telah mengungkap setidaknya 20 nama besar yang terlibat dalam kasus itu. Krisna bahkan menyebut nama-nama yang telah diungkap oleh kliennya itu baru separuhnya.
"Lebih dari 20 nama itu disebutkan, cuman klien kami bilang itu baru sebagian," ucap dia.

















