Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Spanyol Tangkap Sopir Traktor yang Diduga Sebabkan Kebakaran Hutan

Spanyol Tangkap Sopir Traktor yang Diduga Sebabkan Kebakaran Hutan
kebakaran hutan (unsplash.com/Matt Palmer)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Spanyol mengumumkan telah menangkap seorang pria yang dituduh memicu kebakaran hutan akibat penggunaan mesin pertanian. Satu orang lainnya masih dalam penyelidikan.

"Penyebab awal (kebakaran) adalah tindakan kelalaian berat akibat penggunaan alat berat di lokasi yang melarang keras aktivitas tersebut," kata Guardia Civil dalam pernyataan di media sosial X pada Jumat (24/7/2026), dikutip dari NDTV.

Spanyol sebelumnya telah menetapkan status darurat nasional setelah serangkaian kebakaran hutan yang dipicu gelombang panas mengancam permukiman di sekitar ibu kota, Madrid. Tercatat lebih dari 250 orang di Spanyol dan Prancis telah mengungsi akibat kebakaran hutan yang hingga kini masih terus meluas.

1. Pihak berwenang berfokus pada penyelamatan nyawa

kebakaran hutan
kebakaran hutan (unsplash.com/Marcus Kauffman)

Dilansir Al Jazeera, Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyebutkan bahwa sekitar 70 ribu warga telah dievakuasi. Kobaran api dilaporkan telah menghanguskan hampir 10 ribu hektare lahan di wilayah Madrid dan 13 ribu-15 ribu hektare di provinsi tetangga, Avila. Luas total area yang terbakar tersebut lebih dari dua kali lipat luas wilayah ibu kota Prancis, Paris.

Sementara itu, dua kebakaran hutan yang terpisah bergabung pada Jumat hingga membentuk satu kobaran api raksasa, yang nyaris menyatu dengan kebakaran lainnya di wilayah tetangga, Castilla y León.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengatakan bahwa pemerintah telah mengerahkan segala sumber daya yang dibutuhkan untuk menangani kebakaran. Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan warga dan melindungi kawasan permukiman.

"Kita akan menghadapi saat-saat yang rumit ke depannya karena meskipun suhu telah menurun, kita tidak tahu pasti bagaimana arah angin akan berubah ataupun seberapa kuat tiupannya nanti," katanya pada Sabtu (25/7/2026).

2. Prancis minta bantuan dari Uni Eropa untuk padamkan api

kebakaran hutan
kebakaran hutan (unsplash.com/Malachi Brooks)

Di Prancis, kebakaran hutan juga masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Presiden Emmanuel Macron bahkan telah meminta bantuan kepada Uni Eropa (UE) dan memerintahkan pengerahan pesawat angkut militer guna mendukung operasi pemadaman.

Komandan Brigade Pemadam Kebakaran Paris, Arnaud de Cacqueray, menyebutkan bahwa sekitar 100 petugas pemadam kebakaran dari Paris juga telah dikerahkan untuk membantu.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengatakan bahwa kebakaran hutan yang melanda negara tersebut telah menghanguskan hampir 98 ribu hektare lahan. Menurutnya, angka tersebut merupakan rekor bersejarah.

"Masih ada sejumlah titik api di berbagai penjuru negeri yang masih belum berhasil dikendalikan," tambahnya.

3. Kekeringan akibat perubahan iklim tingkatkan risiko kebakaran hutan

kebakaran hutan
kebakaran hutan (unsplash.com/fabian jones)

UE dilaporkan telah mengirimkan empat pesawat pemadam kebakaran ke Spanyol dan tiga pesawat ke Prancis. Bantuan tambahan juga dijanjikan oleh Italia, Yunani, Kroasia, Portugal, Republik Ceko dan Slovakia.

Beberapa wilayah di Eropa telah mengalami sedikitnya dua gelombang panas sejak Mei 2026. Menurut studi yang diterbitkan oleh kelompok World Weather Attribution pekan ini, kekeringan yang dikaitkan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia telah meningkatkan risiko kebakaran hutan sepanjang tahun ini.

Sementara itu, Kantor Regional Eropa dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan di seluruh benua tersebut telah meningkat 57 persen dalam 4 tahun terakhir. Di Spanyol dan Portugal, luas area yang dilalap api bahkan mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More