Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dudung Panggil Sejumlah Menteri, Rakor Perdana Fokus Tangani Karhutla
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman (ketiga dari kiri) ketika memberikan keterangan pers di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Menko Polkam Dudung Abdurachman menggelar rakor perdana pada 19 Oktober 2026 bersama sejumlah menteri dan pejabat tinggi, membahas isu strategis politik, keamanan, serta karhutla.
  • Rapat menerima laporan titik panas, kondisi lapangan, langkah petugas, dan kendala penanganan karhutla, termasuk pembahasan sekat kanal gambut, water intake, serta penambahan sumur bor.
  • Dudung menyebut teknologi dry ice asal Brasil telah diuji di Sumatra Selatan untuk mengendalikan asap agar tidak menumpuk dan meluas ke kota-kota lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Rapat koordinasi perdana membahas isu stabilitas politik dan keamanan nasional, termasuk tindak lanjut penanganan kebakaran hutan dan lahan, titik panas, kondisi lapangan, serta kendala petugas.
  • Who?
    Menko Polkam Dudung Abdurachman memimpin rapat bersama Tito Karnavian, Diaz Hendropriyono, Arrmanatha Nasir, Arif Satria, Syahganda Nainggolan, Iftitah Sulaiman, serta pejabat terkait.
  • Where?
    Rapat berlangsung di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jakarta Pusat. Uji coba teknologi dry ice telah dilakukan di Sumatra Selatan.
  • When?
    Rapat koordinasi digelar pada Senin, 19 Oktober 2026, setelah Dudung Abdurachman dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
  • Why?
    Penanganan kebakaran hutan dan lahan masih belum teratasi, sehingga pemerintah membahas perkembangan titik panas, kondisi faktual, langkah penanganan, serta hambatan di lapangan.
  • How?
    Pemerintah membahas pembuatan sekat kanal di lahan gambut, water intake, penambahan sumur bor, dan penggunaan teknologi dry ice untuk mengendalikan asap karhutla.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dudung Abdurachman mengajak para menteri rapat di Jakarta. Mereka membahas kebakaran hutan dan tanah yang belum selesai. Mereka melihat titik panas dan keadaan di tempat kebakaran. Mereka juga bicara membuat sekat air, sumur bor, dan mencoba dry ice di Sumatra Selatan supaya asap tidak makin banyak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rakor perdana ini menunjukkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga telah diarahkan pada penanganan karhutla secara menyeluruh, dari pemantauan titik panas hingga kendala di lapangan. Pembahasan sekat kanal, water intake, sumur bor, serta uji teknologi dry ice mencerminkan perhatian pada beragam opsi pengendalian asap dan kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, memanggil sejumlah menteri dan pejabat tinggi pada Senin (19/10/2026) di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat untuk mengikuti rapat koordinasi. Ini merupakan rakor perdana usai Dudung dilantik menjadi Menko Polkam.

Mantan Kepala Staf Presiden (KSP) itu membahas sejumlah isu, termasuk tindak lanjut penanganan kebakaran hutan dan lahan yang belum juga teratasi. Pantauan IDN Times di lokasi, sejumlah menteri yang hadir antara lain Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Syahganda Nainggolan hingga Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman.

"Kami berkumpul di sini untuk membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan stabilitas politik dan keamanan nasional. Salah satu yang dibahas tentang penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kami tadi menerima masukan-masukan dari menteri terkait mengenai perkembangan titik panas (hot spot), lalu kondisi faktual di lapangan dan langkah-langkah strategis serta teknis yang sudah dilakukan oleh petugas. Selain itu juga dibahas mengenai kendala-kendala yang dihadapi," ungkap Dudung ketika memberikan keterangan pada Senin (19/10/2026).

Selain itu, turut dibahas upaya pembuatan sekat kanal di lahan gambut, water intake dan pengendalian karhutla yang lebih efektif. Dudung juga membahas mengenai perlunya dibangun lebih banyak sumur bor.

Ketika ditanyakan mengenai upaya mitigasi agar asap karhutla tidak semakin meluas dari Jakarta ke kota-kota lain, Dudung menyinggung soal penggunaan teknologi dry ice. Teknologi asal Brasil itu sudah mulai diuji cobakan di Sumatra Selatan.

"Saat saya di Sumatra Selatan, sudah launching (teknologi) dry ice. Jadi, memang bagaimana asap itu kita kendalikan sehingga atmosfir tidak naik sehingga di bawah asap tidak terlalu menumpuk," tutur dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article