Jakarta, IDN Times - Suasana lalu lintas di area Jalan Medan Merdeka Timur sedikit tersendat pada Kamis (16/4/2026) sore. Sebab, sejumlah mahasiswa yang menamakan diri 'Mahasiswa Kolektif Merpati' melakukan aksi protes di depan kantor polisi militer TNI Angkatan Darat (AD).
Mereka membentangkan spanduk dengan tulisan 'serangan air keras terhadap Andrie Yunus adalah terorisme dan percobaan pembunuhan berencana'. Selain itu, ada pula poster bertuliskan tagar '#KamiBersamaKontraS, Usut Tuntas Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus.'
Pantauan IDN Times di lokasi, beberapa personel penjaga polisi militer dengan baret biru dongker terkejut karena POM TNI AD didatangi sejumlah orang untuk berunjuk rasa. Mereka terlihat sibuk berkomunikasi dengan handy talky (HT). Sedangkan di saat yang bersamaan personel dari kepolisian menghampiri aksi unjuk rasa itu.
Juru Bicara Kolektif Merpati, Arief Bobhil, mengakui aksi pembentangan spanduk dilakukan secara spontan dan tanpa ada pemberitahuan lebih dulu. Lantaran hal itu, maka mereka tak bisa lama melakukan aksi simbolik tersebut.
"Kami memang spontan melakukan ini karena kami juga sedang dalam perjalanan menuju ke Aksi Kamisan," kata Arief kepada IDN Times.
