Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

TNI AU Latih Jurnalis Liputan di Daerah Konflik, Ada Simulasi Perang

TNI AU Latih Jurnalis Liputan di Daerah Konflik, Ada Simulasi Perang
Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) menggelar acara Workshop Liputan di Daerah Konflik Bagj Jurnalis Media Massa di Brigade Parako 1 Pasgat, Jakarta Timur pada Kamis (11/6/2026) hingga Jumat (12/6/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Intinya Sih
  • TNI AU menggelar Workshop Liputan di Daerah Konflik 2026 untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan jurnalis dalam menghadapi situasi berisiko tinggi saat peliputan.
  • Kegiatan ini mempertemukan prajurit TNI AU berpengalaman dengan jurnalis guna berbagi pengetahuan tentang keselamatan, mitigasi risiko, serta membangun sinergi antara militer dan media massa.
  • Workshop mencakup berbagai latihan seperti uji mental, simulasi perang kota, patroli hutan, hingga materi psikologi lapangan agar jurnalis siap menghadapi kondisi konflik nyata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – TNI Angkatan Udara (AU) menggelar Workshop Liputan di Daerah Konflik bagi Jurnalis Media Massa Tahun 2026, sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan jurnalis saat bertugas di wilayah berisiko tinggi. Kegiatan tersebut mempertemukan insan pers dengan prajurit TNI AU yang memiliki pengalaman operasi di medan berisiko, untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan terkait keselamatan liputan.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama (Marsma) I Nyoman Suadnyana mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI AU dan media massa dalam menghadapi berbagai tantangan peliputan di daerah konflik, bencana, maupun krisis kemanusiaan. Menurutnya, kebutuhan akan jurnalis yang tidak hanya memiliki kemampuan jurnalistik, tetapi juga memahami aspek keselamatan diri dan mitigasi risiko, semakin penting di tengah dinamika situasi global yang terus berkembang.

Acara bertajuk "Workshop Liputan di Daerah Konflik Bagi Jurnalis Media Massa" ini digelar di Brigade Parako 1 Pasgat, Jakarta Timur pada Kamis (11/6/2026) hingga Jumat (12/6/2026).

1. Jurnalis perlu memahami keselamatan dan mitigasi risiko

Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) menggelar acara Workshop Liputan di Daerah Konflik Bagj Jurnalis Media Massa di Brigade Parako 1 Pasgat, Jakarta Timur pada Kamis (11/6/2026) hingga Jumat (12/6/2026)
Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) menggelar acara Workshop Liputan di Daerah Konflik Bagj Jurnalis Media Massa di Brigade Parako 1 Pasgat, Jakarta Timur pada Kamis (11/6/2026) hingga Jumat (12/6/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Dalam sambutannya saat membuka workshop, Nyoman menegaskan, media massa memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya kepada masyarakat, terutama saat terjadi konflik atau kondisi darurat.

"Di tengah dinamika konflik, bencana, maupun krisis kemanusiaan yang dapat terjadi kapan saja, media massa berperan sangat penting dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya oleh masyarakat," kata Nyoman.

Ia menjelaskan, seorang jurnalis yang bertugas di wilayah berisiko tinggi harus memiliki kemampuan lebih dari sekadar keterampilan jurnalistik. Pemahaman mengenai keselamatan diri, kerja tim, mitigasi risiko, hingga pengambilan keputusan di lapangan menjadi aspek penting yang harus dikuasai.

"Oleh karena itu, seorang jurnalis tidak hanya dituntut memiliki kemampuan jurnalistik yang baik, tetapi juga memahami aspek keselamatan diri, mitigasi risiko, teamwork, dan pengambilan keputusan dalam situasi yang penuh dengan tantangan," ujarnya.

2. TNI AU ingin berbagi pengalaman operasi di medan berisiko

IMG_20260612_102248.jpg
Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) menggelar acara Workshop Liputan di Daerah Konflik Bagj Jurnalis Media Massa di Brigade Parako 1 Pasgat, Jakarta Timur pada Kamis (11/6/2026) hingga Jumat (12/6/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Nyoman mengatakan, workshop tersebut dirancang sebagai wadah pertukaran pengalaman antara prajurit TNI AU yang terbiasa bertugas di medan operasi dengan para jurnalis yang kerap menjalankan peliputan di lapangan. Menurut dia, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi TNI AU dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

"Melalui workshop ini, TNI Angkatan Udara berupaya membangun sinergi serta berbagi pengetahuan dan pengalaman antara prajurit yang berkompeten dalam operasi di medan berisiko dengan insan pers, agar memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai saat melaksanakan liputan di daerah konflik," ujarnya.

Ia menambahkan, tema yang diangkat dalam workshop tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus keselamatan jurnalis selama menjalankan tugas peliputan.

"Sesuai dengan tema yang diusung, 'Sinergi TNI Angkatan Udara dan Media Massa Tingkatkan Kompetensi Jurnalis Hadapi Liputan di Daerah Konflik', kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi positif dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, sekaligus mendorong terwujudnya informasi yang berkualitas dan keselamatan jurnalis saat melaksanakan tugas di lapangan," ujar Nyoman.

3. Berbagai agenda digelar, mulai dari uji mental hingga simulasi perang kota dan patroli hutan

Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) menggelar acara Workshop Liputan di Daerah Konflik Bagj Jurnalis Media Massa di Brigade Parako 1 Pasgat, Jakarta Timur pada Kamis (11/6/2026) hingga Jumat (12/6/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) menggelar acara Workshop Liputan di Daerah Konflik Bagj Jurnalis Media Massa di Brigade Parako 1 Pasgat, Jakarta Timur pada Kamis (11/6/2026) hingga Jumat (12/6/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Dalam kesempatan itu, Nyoman juga mengapresiasi para jurnalis dari berbagai media massa yang mengikuti workshop tersebut. Menurutnya, kehadiran peserta menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan peliputan.

"Atas nama TNI Angkatan Udara, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rekan-rekan peserta workshop yang berasal dari berbagai media massa. Kehadiran rekan-rekan sekalian menunjukkan komitmen bersama untuk terus meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas jurnalistik, khususnya pada situasi yang memiliki tingkat risiko tinggi," katanya.

Nyoman berharap, seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan yang akan berguna saat menjalankan penugasan di masa mendatang.

"Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap materi dan latihan dengan sungguh-sungguh, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berdiskusi, dan menambah wawasan yang akan berguna dalam penugasan ke depan," tuturnya.

Workshop Liputan di Daerah Konflik bagi Jurnalis Media Massa Tahun 2026 digelar dengan melibatkan Dispenau, narasumber, instruktur, dan pelatih dari Brigade Parako 1 Paskhas, Dispenau, serta sejumlah unsur terkait lainnya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sekaligus keselamatan jurnalis saat menjalankan tugas peliputan di wilayah konflik.

Adapun jurnalis mendapat materi berharga dari kegiatan pelatihan ini, mulai dari psikologi lapangan, materi simulasi di daerah konflik, menembak, hingga simulasi perang kota dan patroli hutan. Jurnalis diajak memahami, mengantisipasi, serta mencegah menjadi korban saat konflik terjadi di lapangan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More