Menurut keterangan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Jumat (12/6/2026) pagi waktu setempat, ada beberapa kapal tanker minyak yang berupaya masuk ke Selat Hormuz secara ilegal. Oleh karena itu, mereka mulai memberlakukan pengawasan ketat untuk mencegah masuknya kapal-kapal ke selat tersebut.
Iran Mulai Halangi Kapal Tanker Minyak Masuk Selat Hormuz

- Iran menutup penuh Selat Hormuz dan menghalangi kapal tanker minyak masuk sebagai respons atas serangan Amerika Serikat yang dianggap melanggar gencatan senjata.
- Serangan AS ke Iran terjadi setelah jatuhnya helikopter AH-64 Apache di wilayah Selat Hormuz, yang dituduh ditembak oleh pihak Iran menurut pernyataan Presiden Donald Trump.
- Pemerintah Iran membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tidak melakukan operasi militer di sekitar lokasi kejadian, sementara AS dikabarkan tengah menyiapkan serangan balasan baru.
- Iran menutup penuh Selat Hormuz dan menghalangi kapal tanker minyak masuk sebagai respons atas serangan Amerika Serikat yang dianggap melanggar gencatan senjata.
- Serangan AS ke Iran terjadi setelah jatuhnya helikopter AH-64 Apache di wilayah Selat Hormuz, yang dituduh ditembak oleh militer Iran.
- Pemerintah Iran membantah tuduhan penembakan helikopter AS dan menyatakan tidak ada operasi militer di sekitar selat, sementara AS menyiapkan serangan balasan baru.
Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Iran dikabarkan mulai menghalangi kapal-kapal tanker minyak untuk masuk ke Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan setelah Iran memutuskan untuk kembali menutup selat tersebut pada Kamis (11/6/2026).
1. Iran kembali menutup Selat Hormuz secara penuh

Saat ini, Iran kembali menutup Selat Hormuz secara penuh. Keputusan ini berlaku untuk semua jenis kapal dari berbagai negara. Oleh karena itu, kapal dagang dan kapal tanker minyak dari seluruh dunia kini tidak bisa berlayar dari dan ke Selat Hormuz.
Militer Iran mengatakan, penutupan Selat Hormuz ini dilakukan sebagai respons atas serangan Amerika Serikat (AS). Sebab, selama beberapa hari terakhir, AS kembali meluncurkan serangan ke Iran. Padahal, gencatan senjata antara kedua negara masih berlaku.
2. AS menyerang Iran sebagai balasan atas jatuhnya helikopter AH-46 Apache

AS sendiri mulai menyerang Iran pada Selasa (9/6/2026) dan Rabu (10/6/2026). Serangan ini berkaitan dengan jatuhnya helikopter AH-64 Apache milik militer AS di Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan, Iran sengaja menembak jatuh helikopter itu sebagai upaya pertahanan diri dari serangan AS.
“Saya baru saja mendapat informasi dari militer hebat kita bahwa tadi malam, Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kita yang sangat canggih saat berpatroli di atas Selat Hormuz,” jelas Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social dikutip Jerusalem Post.
3. Iran membantah tuduhan AS atas jatuhnya helikopter Apache

Tuduhan Trump tadi lantas dibantah Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran yang tidak disebut namanya mengatakan, negaranya sama sekali tidak menyerang helikopter AS yang sedang terbang di Selat Hormuz.
Bantahan itu diperkuat oleh keterangan angkatan bersenjata Iran. Mereka mengatakan, tidak ada operasi militer yang dilakukan di sekitar Selat Hormuz saat helikopter AS jatuh. Namun, Trump mengabaikan bantahan Iran dan langsung meminta pasukan AS untuk melakukan serangan balasan.
Saat ini, AS disebut sedang menyiapkan serangan baru ke Iran. Menurut seorang pejabat AS, ini karena Presiden Trump sudah kehilangan kesabaran. Sebab, Iran tidak kunjung menyepakati perdamaian dengan AS. Namun, hingga saat ini, belum ada info lebih lanjut soal kapan serangan terbaru akan dilakukan.


















