Gas karbon monoksida yang masuk ke sistem peredaran darah dapat menyebabkan terjadinya proses pembakaran yang tidak sempurna akibat kurangnya oksigen. Gas karbon monoksida dapat ditemukan di kendaraan bermotor, alat pemanas, tungku kayu, atau bahan-bahan asap rokok.
"Jika gas karbon monoksida masuk dalam peredaran darah kita, oksigen akan tersingkir. Gas karbon monoksida akan berikatan langsung dengan hemoglobin dalam darah kita, kemudian masuk ke jantung, otak, dan organ-organ vital lainnya," ungkap dokter muda ini.
Karena sifatnya sangat beracun, lanjut Salman, gas karbon monoksida bisa mengakibatkan kematian jika terjadi ikatan yang cukup banyak dengan hemoglobin. Jika oksigen kalah bersaing dengan gas karbon monoksida, kadar oksigen dalam darah akan menurun dratis.
"Proses pembakaran tidak berjalan lancar. Metabolisme tubuh juga terganggu, mempengaruhi jaringan dan organ tubuh kita. Gas karbon monoksida akan menghambat terjadinya proses pertukaran oksigen di dalam sel. Hal ini akan mengakibatkan pembentukan energi tidak maksimal," imbuhnya.
Jika energi tak maksimal, seseorang yang menghirup gas tersebut tak akan punya tenaga untuk bernapas. Tubuh akan terasa lemah lantaran karbon monoksida berikatan langsung dengan otot jantung. Akibat keracunan tersebut, gas ini lama-lama masuk ke sistem saraf manusia. Sistem pernapasan pun akan lumpuh dan menyebabkan kematian.