Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mahasiswa Mercu Buana Tiba di DPR, Bawa Banner 'BGN: Bikin Gaduh Nasional'

Mahasiswa Mercu Buana Tiba di DPR, Bawa Banner 'BGN: Bikin Gaduh Nasional'
Ratusan mahasiswa Aliansi Universitas Mercubuana tiba di Gedung DPR RI Jumat (19/6/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Intinya Sih
  • Ratusan mahasiswa Universitas Mercubuana tiba di Gedung DPR RI membawa banner protes dan simbol pocong merah sebagai bentuk kekecewaan terhadap situasi nasional.
  • Aksi tersebut bergabung dengan PB HMI MPO yang lebih dulu hadir, menampilkan berbagai spanduk bernada kritik terhadap kebijakan pemerintah dan penggunaan anggaran negara.
  • PB HMI MPO menyampaikan enam tuntutan utama, termasuk evaluasi program pemerintah, penolakan kenaikan harga BBM, serta desakan pengesahan RUU Perampasan Aset dan kesejahteraan guru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ratusan mahasiswa Aliansi Universitas Mercu Buana tiba di Gedung DPR RI Jumat (19/6/2026) pukul 15.40 WIB. Kedatangan mahasiswa almamater merah itu disambut PB HMI MPO yang lebih dulu tiba pukul 15.17 WIB.

Aliansi Universitas Mercu Buana membawa beberapa banner besar dengan tulisan ‘Kampus Merah Kami Marah’ dan ‘Bikin Gaduh Nasional’. Selain itu mereka membawa replika pocong merah.

Setelah tiba, para mahasiswa langsung membuat barisan.

Sebelumnya, rombongan PB HMI MPO juga telah tiba di depan Gedung DPR RI. Mereka langsung memasang atribut HMI dan banner di gerbang DPR. Salah satu banner bertuliskan ‘Prabowo atau Pertamax Turun’ dan ‘Pesta Anggaran Rakyat’.

Dalam aksi ini, PB HMI MPO membawa enam tuntutan:

1. Menuntut evaluasi total program MBG dan Kopdes Merah Putih

2. Tolak pemborosan anggaran negara

3. Cabut kebijakan kenaikan harga BBM

4. Tolak revisi UU Kepolisian

5. Tolak dwifungsi TNI-Polri

6. Segera sahkan RUU Perampasan Aset

Selain enam tuntutan itu, mereka juga menyuarakan untuk kesejahteraan guru.

“Hari ini masih banyak guru honorer dengan gaji yang tak layak. Kita bersama mereka!” teriak seorang orator dari atas mobil.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More