Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wamendagri Sebut Alumni IPDN Paling Siap Jadi Pemimpin Daerah

Wamendagri Sebut Alumni IPDN Paling Siap Jadi Pemimpin Daerah
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, usai menghadiri Workshop Nasional Menuju Pemilu yang Adil dan Representatif di Hotel Unhas, Makassar, Selasa (29/7/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Wamendagri Bima Arya menilai alumni IPDN paling siap menjadi pemimpin daerah karena memiliki rekam jejak dan pendidikan kepamongprajaan yang kuat.
  • Bima mendorong praja dan lulusan IPDN terus meningkatkan kompetensi serta memanfaatkan pengalaman tour of duty sebagai modal penting dalam memahami tata kelola pemerintahan.
  • Ia mengingatkan tantangan kepala daerah ke depan makin kompleks, menuntut kemampuan menghadapi dinamika global, menjalankan program nasional, dan memenuhi harapan masyarakat secara efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menyebut alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) merupakan lulusan yang siap menjadi pemimpin daerah di masa depan. 

“Jadi kalau berbicara rekam jejak kepemimpinan, maka alumni IPDN lah yang sejatinya siap, dan jangan-jangan paling siap,” kata Bima saat menghadiri Kuliah Umum Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Balairung Rudini Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Kamis (18/6/2026).

Table of Content

1. Wamendagri dorong praja dan lulusan IPDN terus tingkatkan kompetensi

1. Wamendagri dorong praja dan lulusan IPDN terus tingkatkan kompetensi

Wamendagri Sebut Alumni IPDN Paling Siap Jadi Pemimpin Daerah
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto berbicara penanganan banjir Sumatra. (IDN Times/Amir Faisol).

Dalam pertemuan tersebut, Bima mendorong para praja dan lulusan IPDN untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kualitas kepemimpinan mereka, sebagai bekal menghadapi peluang menjadi kepala daerah di masa depan. 

Wamendagri menilai, menjalankan tugas pemerintahan dari level paling bawah merupakan modal berharga bagi para praja yang belum tentu dimiliki banyak profesi lainnya. 

Selain itu, pendidikan kepamongprajaan, menurut Bima, telah melahirkan puluhan ribu aparatur yang mengabdikan diri di berbagai daerah Indonesia, yang kini menempati posisi strategis di lingkungan pemerintahan, bahkan menjadi gubernur, bupati, atau pun wali kota.

2. Pengalaman tour of duty dinilai jadi modal kepemimpinan

Wamendagri Sebut Alumni IPDN Paling Siap Jadi Pemimpin Daerah
1.138 Praja IPDN dikirim ke Aceh Tamiang (IDN Times/Maya Auliq Aprilianti)

Bima juga menjelaskan pengalaman tour of duty seperti menduduki posisi lurah, camat, kepala dinas, hingga sekretaris daerah memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan kebutuhan masyarakat. 

Atas dasar itu, lulusan IPDN dinilai memiliki fondasi kepemimpinan yang kuat untuk memimpin daerah.

3. Kepala daerah di masa depan akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks

Wamendagri Sebut Alumni IPDN Paling Siap Jadi Pemimpin Daerah
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyambut peserta Retret Kepala Daerah Gelombang II di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (22/6/2025) (dok. Kemendagri)

Terlebih lagi, Wamendagri itu mengingatkan kepala daerah pada masa mendatang akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. 

Mereka harus mampu merespons pergerakan cepat dinamika geopolitik global, mengawal pelaksanaan program strategis nasional, hingga memenuhi harapan masyarakat melalui realisasi janji-janji pembangunan di daerah. 

“Nah, sekali lagi alumni IPDN semestinya memiliki kapasitas untuk berselancar di tengah tiga tantangan yang tidak mudah ini,” jelas Bima. 

Bima pun berharap para praja IPDN dapat merawat semangat pengabdian Bhinneka Nara Eka Bhakti dan menjaga idealisme yang dibangun di kampus hingga titik purna tugas. 

“Kalau itu terjadi, Pak Menko, insyaallah adik-adik ini semua siap untuk menjemput 2045,” kata dia. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More