Mahasiswa Trisakti dan Esa Unggul Tiba di DPR, Exit Tol Slipi Ditutup

- Exit Tol Slipi arah Grogol ditutup sementara karena ratusan mahasiswa Trisakti dan Esa Unggul tiba bersamaan di DPR RI pada Jumat sore.
- Polda Metro Jaya juga menutup Jalan Gatot Subroto arah Slipi dan mengalihkan arus lalu lintas ke Jalan Gerbang Pemuda untuk mengurai kepadatan.
- Mahasiswa membawa tiga tuntutan utama, yaitu pemulihan ekonomi-politik nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat negara, serta pengembalian supremasi sipil.
Jakarta, IDN Times - Akses keluar (exit) Tol Slipi di Tol Dalam Kota arah Grogol ditutup sementara pada Jumat (19/6/2026) pukul 16.00 WIB. Penutupan dilakukan menyusul ratusan mahasiswa Trisakti dan Esa Unggul yang tiba bersamaan di DPR RI.
Selain exit tol, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga menutup jalan Gatot Subroto arah Slipi. Arus lalu lintas dialihkan ke Jalan Gerbang Pemuda.
Sebelumnya, ratusan mahasiswa Trisakti dan Esa Unggul telah tiba bersamaan di DPR RI. Mereka membawa spanduk bertuliskan ‘Reformati’ dan ‘Diam Terhadap Kedzaliman adalah Pengkhianatan’.
"Sesuai hasil konsolidasi yang kita laksanakan dua hari yang lalu, eh mahasiswa yang akan hadir, khususnya hari ini, mulai dari titik Trisakti sampai ke sana nanti, yang berkonsolidasi dengan kita kurang lebih ada sekitar 600 sampai 700 massa," kata perwakilan mahasiswa sekaligus Menteri Luar Negeri Kepresma Trisakti, Arief Rizquna di Trisakti.
Arief menjelaskan, tritura yang akan disuarakan oleh mahasiswa. Pertama, mendesak pemerintah agar segera memulihkan ekonomi dan politik secara nasional. Kedua, berantas inkompetensi dari pejabat negara yang hari ini marak terjadi. Kemudian, ketiga mengembalikan supremasi sipil.
"Tuntutan yang kita bawa, kita sebut sebagai Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat. Kenapa kita mengklasifikasikan sebagai tiga tuntutan? Karena menurut kami, kalau kita mengklasifikasikan sebuah permasalahan di negara ini, mungkin satu, dua, atau tiga buku pun tidak cukup untuk mengklasifikasikan masalah," jelas dia.
"Dari tiga tuntutan tadi, menurut kita mempunyai banyak turunan. Mulai dari yang pertama, ada kita ingin menurunkan BBM, terus juga kita ingin menurunkan bahan pokok, sampai kita ingin membuat bahwa kebebasan masyarakat sipil hari ini itu harus benar-benar ada dan tentu berkaitan dengan supremasi sipil tadi," sambungnya.
















