Jakarta, IDN Times – Fenomena penumpang “gratisan” di layanan bus feeder atau Non-BRT Transjakarta menjadi sorotan usai ramai dibahas di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Transjakarta mengaku tengah mengevaluasi sistem pengawasan hingga teknologi pembayaran untuk menekan risiko kebocoran pendapatan.
Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta Ayu Wardhani mengatakan evaluasi dilakukan secara berkala terhadap titik layanan, khususnya pada koridor dan halte Non-BRT dengan volume pelanggan tinggi.
"Transjakarta terus melakukan identifikasi dan evaluasi terhadap titik layanan, khususnya pada koridor dan halte layanan Non BRT dengan volume pelanggan tinggi. Proses ini dilakukan melalui monitoring operasional dan penguatan pengawasan lapangan, termasuk dukungan dari pramudi dan petugas operasional," ucapnya saya dihubungi IDN Times, Kamis (28/5/2026).
