Pandji Pragiwaksono saat konferensi pers "Mens Rea" di Markas Comika, Jakarta Selatan, Rabu (16/4/2025) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Ahmad memastikan, pimpinan pusat FPI telah mengeluarkan surat secara resmi tanggal 12 Januari 2026 lalu yang berisi 15 poin, di mana salah satunya akan menempuh langkah hukum terkait materi salat dalam pertunjukan stand-up comedy Mens Rea tersebut.
Surat tersebut dikeluarkan setelah pihaknya melakukan kajian-kajian dalam segi agama Islam.
"Siapa saja yang menistakan agama, kami akan menjadi garda terdepan untuk memprosesnya atau mengawal proses tersebut," jelasnya.
Adapun, materi yang bakal dilaporkan yakni mengenai materi salat, yakni di antaranya kalimat 'memang harus diakui alasan kita pilih pemimpin harus lebih baik. Soalnya alasan lu aneh-aneh!'. Lalu kalimat 'ada orang milih pemimpin berdasarkan ibadahnya, gua mau milih yang salatnya enggak pernah bolong'.
Lalu, 'seakan-akan kalau salatnya enggak pernah bolong berarti orang baik, emang iya? Orang rajin!'. Selanjutnya kalimat 'Para penumpang yang terhormat, kita sedang mengalami turbulensi akibat gangguan cuaca. Harap longgarkan sabuk pengaman dan rapatkan saf. Kita salat safar berjamaah demi keselamatan perjalanan'.
Padahal, kata dia, kesalehan ibadah seseorang adalah salah satu syarat penting yang menjadi tolok ukur kepemimpinan dalam islam yang didasarkan oleh dalil Al Qur'an maupun sunnah Nabi Muhammad dan ijma' ulama, bukan barang aneh yang boleh ditertawakan.
"Tentunya, islam juga mensyaratkan berbagai kriteria lain yang berkaitan dengan kompetensi seorang pemimpin," tuturnya.
Selain itu, dia juga mengkritik pembahasan Pandji yang dianggap keliru soal salat sunnah safar. Sebab, tidak ada tuntunan salat safar di atas pesawat terbang, melainkan sebelum perjalanan.
"Engga ada turbulensi salat sunah safar di pesawat. Kami ada bagian hukum FPI yg akan menangani," jelasnya.