PKS Sebut Kritik Pandji di Mens Rea Dinamika Wajar dalam Demokrasi

- Polisi diminta hati-hati proses laporan terhadap Pandji
- PKS meminta pihak kepolisian tetap memperhatikan prinsip proporsionalitas, keadilan, dan penghormatan terhadap hak-hak konstitusional warga negara dalam memproses laporan dari elemen masyarakat.
- Presiden Prabowo Subianto juga mendukung kritik dalam demokrasi asal tidak berubah menjadi fitnah.
- Polda Metro Jaya tetap memproses laporan terhadap Pandji
- Meski menuai kritik, Polda Metro Jaya tetap memproses laporan terkait kontens Mens Rea Pandji karena polisi wajib m
Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, ikut menanggapi laporan ke Polda Metro Jaya terkait materi stand up Mens Rea komika Pandji Pragiwaksono. Dalam pandangan Kholid, kritik yang disampaikan dalam acara Mens Rea merupakan dinamika demokrasi yang wajar di ruang publik. Kritik, kata pria yang juga merupakan anggota DPR itu, merupakan elemen esensial dalam kehidupan berdemokrasi.
"Kritik itu seperti vitamin bagi demokrasi. Terkadang rasanya pahit tidak selalu menyenangkan, tetapi justru dibutuhkan agar demokrasi tetap sehat dan tidak kehilangan arah," ujar Kholid di dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (13/1/2026).
Ia menambahkan, di dalam masyarakat demokratis, komedi, satire dan ekspresi artistik memiliki fungsi sosial yang penting. "Ekspresi semacam itu bukan ancaman, melainkan bagian dari mekanisme sosial untuk menyampaikan gagasan, refleksi, dan kritik, asal tidak mengandung ujaran kebencian, ajakan kekerasan atau fitnah," tutur dia.
1. Polisi diminta hati-hati proses laporan terhadap Pandji
Lebih lanjut, Kholid turut meminta pihak kepolisian tetap memperhatikan prinsip proporsionalitas, keadilan dan penghormatan terhadap hak-hak konstitusional warga negara dalam memproses laporan dari elemen masyarakat, agar tidak menimbulkan salah tafsir atau kegaduhan yang tidak perlu.
PKS, kata Kholid, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kebebasan berekspresi, memperluas ruang dialog yang sehat dan merawat demokrasi konstitusional yang dewasa dan berkeadaban sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
Presiden Prabowo Subianto juga pernah menyampaikan pandangannya terkait kritik dalam demokrasi di momen perayaan Natal Bersama 2025 pada Selasa (6/1/2026). Prabowo, kata Kholid, mempersilakan masyarakat menyampaikan kritik, asal kritik tersebut tidak berubah menjadi fitnah.
"Jadi yang harus kita waspadai sekarang, kalau kritik malah harus disyukuri. Kalau saya dikoreksi, saya menganggap saya dibantu, saya diamankan," tutur dia.
2. Polda Metro Jaya tetap memproses laporan terhadap Pandji

Sementara, meski pelaporan terkait kontens Mens Rea Pandji menuai kritik, tetapi tetap diproses oleh Polda Metro Jaya. Mereka memilih tetap menyelidiki tuduhan penghasutan di muka umum dan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Pandji. Polisi beralasan laporan itu diproses karena polisi wajib menerima setiap laporan dari masyarakat.
"Jadi, kami menerima laporan, tentunya semua orang boleh berpendapat. Namun, pelapor juga memiliki hak untuk menyampaikan apabila ada dugaan pidana dalam satu peristiwa hukum tersebut," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Senin (12/1/2026).
"Kami coba menggali karena itu menjadi kewajiban kami untuk menerima setiap laporan polisi yang disampaikan oleh masyarakat," imbuhnya.
3. Polisi minta etika di ruang publik tetap harus dijaga

Ketika ditanyakan mengenai potensi mengancam kebebasan berekspresi seandainya laporan itu naik ke tahap penyidikan, Iman mengatakan, setiap orang tetap harus menjaga etika di ruang publik. Apalagi, kata Iman, sudah ada pedoman etika di ruang publik yang harus diikuti.
Iman mengaku akan meminta keterangan para ahli guna mendengarkan pandangan terkait kebebasan berekspresi di bidang seni. Hal ini untuk memastikan apakah berkaitan dengan etika dan norma, serta kaidah yang diatur dalam undang-undang.
Selain itu, juga perlu ditelusuri hubungan produk seni itu dengan kaidah, etika dan norma di ruang publik. Sehingga kebebasan dan seni yang berkembang tetap perlu, tetapi keberadaban dan kedamaian untuk persatuan bangsa juga dibutuhkan.


















