Comscore Tracker

Tertib Administrasi, DKI Pantau hingga Tingkat Kelurahan

Supaya tertib!

Jakarta, IDN Times - Menjelang akhir tahun, DKI Jakarta gencar menggelar pemantauan atau monitoring di berbagai level, baik kelurahan, kecamatan, maupun kota. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan pelaksana pemerintahan memenuhi kewajiban tertib administrasi.

Salah satu penggelar monitoring tertib administrasi adalah aparatur daerah tingkat kecamatan. Misalnya Kecamatan Kalideres. Sasarannya merupakan kelompok-kelompok yang berada di level kelurahan, seperti kelompok pembinaan kesejahteraan keluarga atau PKK.

Camat Kalideres, Supriyadi H.M. mengatakan monitoring dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap pertama ialah pemantauan kegiatan administrasi. “Misalnya untuk PKK, dilakukan bimbingan setiap bulan untuk melaporkan aktivitasnya,” tuturnya saat ditemui di Jakarta Barat, 10 November 2017.

Baca Juga: 4 Jajanan Terfavorit di Jakarta Street Food Festival, Antre Parah!

Selanjutnya, bagian paling penting yang harus dicek dalam kegiatan monitoring adalah surat-menyurat.

Tertib Administrasi, DKI Pantau hingga Tingkat KelurahanChicha/IDNTimes

Menjelang akhir tahun, umumnya akan dilaksanakan evaluasi sekaligus penilaian. Penilaian tersebut mencakup kelengkapan administrasi yang dimiliki wilayah.

Tim penilai, atau disebut juga tim monitoring, akan datang ke kelurahan demi kelurahan. Umumnya, mereka meminta pihak kelurahan melaporkan hasil pendataan dan penataan administrasinya. Monitoring tersebut bakal dihadiri oleh semua unsur lembaga masyarakat kota, forum kewaspadaan dini masyarakat, RT, dan RW.

Daerah yang paling tertib administrasi nantinya bakal di lombakan di level kota, provinsi, hingga nasional.

Tertib Administrasi, DKI Pantau hingga Tingkat KelurahanChicha/IDNTimes

Di Jakarta Barat, kelurahan yang ditunjuk untuk mewakili kota buat maju ke level provinsi adalah Kelurahan Tegal Alur. Tim monitoring menilai, kelurahan ini memiliki laporan administrasi yang paling lengkap dan rapi.

Lurah Tegal Alur M. Suratman Arifianto mengatakan penunjukan untuk dikompetisikan ke level provinsi tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi. “Otomatis kami harus makin membenahi penertiban administrasi untuk semua lini karena akan maju ke provinsi,” tuturnya.  

Baca Juga: Ngapain ke Luar Negeri, 5 Lokasi Nikah ala Eropa Ini Ada di Jogjakarta

Topic:

Berita Terkini Lainnya