Jakarta, IDN Times - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah wilayah Barat Daya Tapachula, Mexico, Jumat (17/7/2026) pukul 21.48 WIB, tidak berpotensi tsunami di Indonesia.
"Hasil analisis BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,2 pada kedalaman 30 km," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangannya.
Wijayanto menjelaskan episenter gempa bumi ini terletak di koordinat 14,62° Lintang Utara dan 92,78° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut 59 km barat daya Tapachula, Mexico.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," ujar dia.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
"Hingga pukul 22.37 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan M 60," ujar Wijayanto.
BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.
