Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Sukabumi, Tak Berpotensi Tsunami

2 min read
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Sukabumi, Tak Berpotensi Tsunami
GEMPABUMI TEKTONIK M5,7 DI LAUT SELATAN SUKABUMI, JAWA BARAT, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI (Dok. BMKG)
  • Gempa tektonik M5,7 mengguncang laut selatan Sukabumi pada 11 Oktober 2026 pukul 10.30 WIB, berpusat 209 kilometer barat daya Sukabumi dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

  • Analisis lanjutan BMKG menyatakan gempa bukan berasal dari zona subduksi, melainkan gempa intraplate akibat patahan di dalam lempeng kawasan Asia atau Jawa dengan pergerakan geser.

  • Getaran berintensitas III MMI dirasakan di Surade, Cibitung, dan Tegalbuleud; hingga 10.50 WIB belum terpantau gempa susulan, sementara warga diimbau mengikuti kanal resmi BMKG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Gempa bumi tektonik dengan Magnitud0 5,7 mengguncang wilayah laut selatan Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (11/10/2026) pukul 10.30 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis BMKG, gempa berpusat di laut pada kedalaman 10 kilometer, tepatnya di sekitar 209 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi. Getarannya dirasakan di sejumlah wilayah Sukabumi.

  1. 1. BMKG pantau terus aktivitas kegempaan

    GEMPABUMI TEKTONIK M5,7 DI LAUT SELATAN SUKABUMI, JAWA BARAT, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI (Dok. BMKG)
    GEMPABUMI TEKTONIK M5,7 DI LAUT SELATAN SUKABUMI, JAWA BARAT, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI (Dok. BMKG)

    BMKG mencatat, gempa terjadi pada Minggu (11/10/2026) pukul 10.30.19 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 8,87 derajat Lintang Selatan dan 106,41 derajat Bujur Timur.

    Hingga pukul 10.50 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

    BMKG menyatakan, akan terus memantau aktivitas kegempaan dan menyampaikan pembaruan informasi kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.

  2. 2. Gempa yang terjadi dipicu pergeseran lempeng

    Ilustrasi Gempa Bumi.
    Ilustrasi Gempa Bumi. (IDN Times/Anjani Asra)

    Dalam keterangan awalnya, BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas subduksi Lempeng Indonesia-Australia. Analisis mekanisme sumber BMKG juga menyebut adanya pergerakan geser naik atau oblique thrust.

    Namun, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menyebut, gempa tersebut bukan berasal dari bidang kontak antarlempeng atau zona subduksi, melainkan gempa intraplate akibat patahan di dasar laut yang masuk lempeng Asia (Jawa). Hal tersebut dilihat dari pergerakan patahannya geser, bukan naik.

  3. 3. Guncangan dirasakan di 3 wilayah

    Ilustrasi gempa (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi gempa (IDN Times/Arief Rahmat)

    Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI di tiga wilayah, yakni Surade, Cibitung, dan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.

    Skala III MMI menunjukkan getaran terasa nyata di dalam rumah, dengan sensasi seperti truk yang sedang melintas.

    Namun, intensitas getaran yang dirasakan masyarakat dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi lokasi dan bangunan.

  4. 4. Imbauan kepada masyarakat

    Ilustrasi gempa. IDN Times
    Ilustrasi gempa. IDN Times

    BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa untuk menghindari risiko apabila struktur bangunan tidak lagi aman.

    Informasi di atas merupakan hasil pemantauan hingga waktu yang disebutkan, sehingga masyarakat tetap perlu mengikuti informasi terbaru hanya dari kanal resmi BMKG.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More