Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gibran Minta Maaf saat Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang
Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (28/09/2026). (Dok. Setwapres)
  • Gibran Rakabuming Raka meminta maaf kepada korban dan keluarga terdampak keracunan MBG di Batang.

  • Ia meninjau pasien di RSUD Limpung dan Puskesmas Bawang, serta memastikan korban mendapat layanan sampai pulih.

  • Pemerintah menyatakan biaya pengobatan ditanggung dan keluarga korban tidak boleh terbebani.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (22/9/2026)

Makanan paket MBG didistribusikan kepada para siswa dan dikonsumsi sekitar pukul 11.00 WIB.

Selasa sore hingga Rabu sore

Keluhan mual, pusing, dan gangguan pencernaan mulai muncul pada siswa.

Rabu (23/9/2026) malam

Pemerintah Kabupaten Batang melakukan penanganan medis darurat terhadap korban.

Hingga Rabu malam pukul 20.38 WIB

Tim medis telah menangani total 276 korban. Sebanyak 19 orang mendapat perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang.

Senin (28/9/2026)

Gibran mengunjungi korban di RSUD Limpung dan Puskesmas Bawang, meminta maaf, serta memastikan biaya pengobatan ditanggung pemerintah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gibran meminta maaf dan memastikan penanganan medis bagi korban yang diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
  • Who?
    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, anak-anak, keluarga, guru, serta warga yang terdampak keracunan MBG.
  • Where?
    RSUD Limpung dan Puskesmas Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
  • When?
    Senin (28/9/2026), saat Gibran mengunjungi para korban.
  • Why?
    Sebanyak 276 siswa dan warga diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
  • How?
    Gibran meninjau pasien, berdialog dengan korban, meminta perawatan sampai pulih, dan memastikan biaya pengobatan ditanggung pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gibran datang melihat anak-anak dan seorang guru yang sakit setelah makan dari program MBG di Batang. Ia minta maaf dan bertanya keadaan mereka. Ada pasien yang sudah membaik, tetapi ada juga yang masih sakit perut. Gibran bilang semua korban harus dirawat sampai pulih dan keluarganya tidak membayar biaya pengobatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penanganan korban mendapat perhatian langsung melalui kunjungan Gibran ke fasilitas kesehatan. Arahan agar pasien dirawat sampai pulih dan keluarga tidak menanggung biaya pengobatan menunjukkan adanya upaya memastikan akses layanan medis tetap berjalan, termasuk bagi warga yang sudah pulang tetapi kembali mengalami keluhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan permohonan maaf kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026).

Gibran memastikan, seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal hingga pulih serta tidak terbebani biaya pengobatan. Dalam kunjungan tersebut, dia meninjau kondisi para pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Limpung dan Puskesmas Bawang.

“Prioritas pertama adalah kesehatan korban. Pasien yang masih dirawat harus mendapat pelayanan sampai pulih, sementara warga yang sudah pulang tetapi keluhannya kembali muncul harus tetap mudah mengakses pemeriksaan lanjutan,” ujar dia.

1. Gibran berdialog tanya kondisi korban

Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (28/09/2026). (Dok. Setwapres)

Saat mengunjungi RSUD Limpung, Gibran berdialog dengan salah satu pasien bernama Arsenio yang telah menjalani perawatan selama empat hari. Dia menanyakan kondisi Arsenio yang mengaku sudah membaik dan tidak lagi mengalami diare, pusing, mual, maupun muntah.

“Oke, Arsenio kamu boleh pulang, ya, hari ini,” ujar dia.

Gibran kemudian berpesan agar Arsenio dapat segera kembali bersekolah setelah kondisinya pulih.

“Sip. Besok sekolah, ya,” ujar Wapres.

2. Gibran jenguk guru yang juga jadi korban keracunan MBG

Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (28/09/2026). (Dok. Setwapres)

Selain anak-anak, terdapat pula pasien dewasa yang menjalani perawatan akibat kejadian tersebut. Salah satunya adalah Eka Nurkhayanti, seorang guru di SDN Pasusukan yang turut mencicipi makanan yang diduga beracun.

Saat menjenguk Eka di Puskesmas Bawang, Wapres menanyakan kondisi kesehatannya. Eka mengatakan, dirinya masih mengalami sakit perut dan rasa melilit.

“Segera pulih, Bu. Kalau masih ada keluhan-keluhan dilaporkan ke sini ya. Obat-obat yang sudah diberikan dikonsumsi ya,” kata dia.

Gibran juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang dialami serta meminta pasien beristirahat hingga kondisinya benar-benar pulih.

“Saya minta maaf ya, Bu, atas kejadian ini. Jenengan istirahat dulu, pastikan benar-benar sehat,” ujar Gibran.

3. Gibran menekankan agar keluarga korban tidak boleh terbebani biaya pengobatan

Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (28/09/2026). (Dok. Setwapres)

Selain memastikan penanganan medis, Gibran menekankan agar keluarga korban tidak boleh terbebani biaya pengobatan. Pemerintah akan memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung melalui mekanisme penjaminan yang berlaku.

“Biaya perawatan korban tidak boleh membebani keluarga. Pemerintah bertanggung jawab dan akan menanggung semua biaya pengobatan dan memastikan mekanismenya berjalan di semua fasilitas kesehatan,” ujar dia.

Untuk memastikan hal tersebut terlaksana, Gibran meminta jajaran tentang mengawasi langsung proses penanganan medis dan penjaminan biaya di setiap fasilitas kesehatan. Dia juga menegaskan agar seluruh korban mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan medis dan tidak dipulangkan sebelum kondisinya benar-benar pulih.

“Pastikan penjaminan biaya benar-benar berjalan di lapangan. Jangan sampai ada keluarga yang tetap diminta menanggung biaya pemeriksaan, obat, dan diminta pulang lebih awal walau belum benar-benar pulih,” ucap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article