Jakarta, IDN Times - Badan Geologi menyampaikan Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Minggu (6/9/2026) malam, sekitar pukul 20.33 WIB. Informasi itu disampaikan melalui akun X @badangeologi_.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 20:23 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 58 mm dan durasi 44 detik," tulis akun Badan Geologi.
Erupsi pada Minggu terakhir kali terjadi sekitar pukul 03.53 WIB dengan durasi 30 detik. Sebelumnya, Badan Geologi menyampaikan, erupsi terus menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir. Namun, mereka mengingatkan potensi letusan masih tinggi.
"Meskipun episode erupsi menerus telah berakhir, probabilitas terjadinya letusan pada beberapa periode waktu selanjutnya masih tinggi," kata dia.
Badan Geologi pun mengimbau masyarakat untuk berada pada titik aman minimal 3 kilometer (km) dari pusat akivitas Gunung Anak Krakatau.
"Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan dalam radius 3 km dari pusat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau," kata mereka.
