Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Durasi 44 Detik
Kondisi Pelabuhan Bakauheni, Lampung saat penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (dok. Muhammad untuk IDN Times)
  • Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Minggu, 6 September 2026 malam. Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 58 mm dan durasi 44 detik.
  • Erupsi sebelumnya pada hari yang sama terjadi sekitar pukul 03.53 WIB selama 30 detik. Badan Geologi menyebut episode erupsi menerus telah berakhir, tetapi potensi letusan tetap tinggi.
  • Badan Geologi mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak beraktivitas dalam radius 3 km karena risiko lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta aliran lava.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebelumnya

Badan Geologi menyatakan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir, tetapi potensi letusan pada periode berikutnya masih tinggi.

06 September 2026

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Minggu malam. Erupsi terekam pukul 20:23 WIB selama 44 detik dengan amplitudo maksimum 58 mm; erupsi terakhir pada hari itu terjadi sekitar pukul 03.53 WIB selama 30 detik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan amplitudo maksimum 58 mm dan durasi 44 detik.
  • Who?
    Badan Geologi melaporkan erupsi dan mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki menjauhi kawasan bahaya.
  • Where?
    Erupsi terjadi di Gunung Anak Krakatau; aktivitas dilarang dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api.
  • When?
    Erupsi tercatat pada Minggu, 6 September 2026, pukul 20.23 WIB. Laporan awal menyebut sekitar pukul 20.33 WIB.
  • Why?
    Probabilitas letusan pada periode berikutnya masih tinggi meski episode erupsi menerus sebelumnya telah berakhir.
  • How?
    Erupsi terekam seismograf selama 44 detik. Badan Geologi meminta warga tidak memasuki radius 3 kilometer karena risiko batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gunung Anak Krakatau meletus lagi pada Minggu malam. Letusannya terdengar selama 44 detik. Badan Geologi bilang gunung ini masih bisa meletus lagi. Orang-orang diminta jangan dekat-dekat, paling tidak 3 kilometer dari gunung. Ini supaya aman dari batu panas, abu, dan lava.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah aktivitas Anak Krakatau yang masih berpotensi tinggi, pencatatan seismograf dan penyampaian informasi oleh Badan Geologi menunjukkan pemantauan yang berjalan. Imbauan batas aman tiga kilometer juga memberi kejelasan bagi masyarakat dan pengunjung mengenai area yang perlu dihindari, sementara durasi erupsi yang tercatat memungkinkan perkembangan aktivitas dilaporkan secara terukur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Geologi menyampaikan Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Minggu (6/9/2026) malam, sekitar pukul 20.33 WIB. Informasi itu disampaikan melalui akun X @badangeologi_.

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 20:23 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 58 mm dan durasi 44 detik," tulis akun Badan Geologi.

Erupsi pada Minggu terakhir kali terjadi sekitar pukul 03.53 WIB dengan durasi 30 detik. Sebelumnya, Badan Geologi menyampaikan, erupsi terus menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir. Namun, mereka mengingatkan potensi letusan masih tinggi.

"Meskipun episode erupsi menerus telah berakhir, probabilitas terjadinya letusan pada beberapa periode waktu selanjutnya masih tinggi," kata dia.

Badan Geologi pun mengimbau masyarakat untuk berada pada titik aman minimal 3 kilometer (km) dari pusat akivitas Gunung Anak Krakatau.

"Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan dalam radius 3 km dari pusat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau," kata mereka.

Curated For You

Editorial Team

Related Article