Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Guru di Yogyakarta Diduga Cabuli 15 Murid, 4 Korban Lapor Polisi
Ilustrasi pencabulan (Foto: Istimewa)

Jakarta, IDN Times - Seorang guru yang juga content creator berinisial NB (22), diduga melakukan kekerasan seksual terhadap 15 siswa sekolah dasar swasta di Yogyakarta. Dari belasan korban itu, baru beberapa orang yang berani melapor ke polisi.

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Nahar mengungkapkan perbuatan itu dikhawatirkan membua korban trauma panjang.

"Kami sangat prihatin dengan terjadinya kasus ini. Dari hasil koordinasi Tim Layanan SAPA 129 dengan UPTD PPA Yogyakarta, korban berjumlah 15 siswa, sementara yang saat ini berani melapor hanya empat siswa,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (11/1/2024).

1. Beberapa siswa-siswi alami trauma

Nahar sebagai Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA (dok. Kemen PPPA)

Nahar menjelaskan korban berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Mereka berusia sekitar 11 hingga 12 tahun.

“Akibat tindakan pelaku yang diduga melakukan kekerasan seksual sekaligus kekerasan fisik, beberapa korban terindikasi mengalami trauma. Kami berharap pihak aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan mendalami korban-korban lainnya,” kata Nahar.

2. Sudah ada pembahasan kasus dari pihak sekolah

Deputi Perlindungan Khusus Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Nahar

Nahar menjelaskan tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 telah berkoordinasi dengan beberapa pihak di Yogyakarta.

Tim Layanan SAPA 129 sudah membahas kasus ini dengan pihak sekolah dan kuasa hukum mereka pada Selasa (10/1/2024).

3. Siswa dan siswi diajarkan gunakan aplikasi pekerja seks

ilustrasi pencabulan (dok IDN Times)

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Nahar menyebut pencabulan itu diduga terjadi sejak Agustus hingga Oktober 2023. Guru tersebut melakukan tindakan seksual sambil menyodorkan senjata tajam ke siswa dan siswinya.

Pelaku juga mempertontonkan video dewasa kepada korban. Selain itu, pelaku mengajarkan siswa menggunakan aplikasi penyedia layanan pekerja seks komersial.

Editorial Team

Related Article