Survei 2026: Warga Asia Optimistis Tatap Masa Depan, Eropa Justru Pesimis

- Survei Ipsos Januari–Februari 2026 terhadap 25.709 responden di 30 negara menunjukkan persepsi arah negara sangat berbeda, dengan rata-rata global optimistis sebesar 41 persen.
- Asia mendominasi optimisme: Singapura tertinggi 86 persen, disusul Malaysia 74 persen, India 69 persen, serta Indonesia dan Thailand masing-masing 62 persen.
- Banyak negara Eropa cenderung pesimis; Prancis terendah dengan 10 persen optimistis. Jepang menjadi pengecualian di Asia, hanya mencapai rata-rata global 41 persen.
Kalau kamu melihat kondisi dunia sekarang, wajar kalau muncul pertanyaan apakah masyarakat masih percaya bahwa negaranya sedang bergerak ke arah yang benar. Survei Ipsos 2026 menunjukkan bahwa jawabannya ternyata sangat berbeda di setiap negara. Masyarakat di sejumlah negara Asia terlihat jauh lebih optimistis, sementara mayoritas responden di banyak negara Eropa justru merasa negaranya sedang berada di jalur yang salah.
Survei ini mencakup 25.709 orang berusia 16–74 tahun di 30 negara pada Januari–Februari 2026. Hasilnya pun memperlihatkan perbedaan yang cukup mencolok antara negara-negara dengan tingkat keyakinan tinggi dan mereka yang lebih pesimis terhadap arah negaranya.
1. Singapura jadi negara paling optimistis

ilustrasi Singapura (pexels.com/Ruyat Supriazi) Singapura menempati posisi teratas dalam daftar negara yang masyarakatnya merasa negaranya bergerak ke arah yang benar. Sebanyak 86 persen responden di negara tersebut memberikan penilaian positif, sedangkan 14 persen lainnya merasa negaranya berada di jalur yang salah. Angka ini membuat Singapura menjadi satu-satunya negara dalam daftar dengan tingkat optimisme di atas 80 persen. Posisi tersebut juga menunjukkan betapa besarnya jarak Singapura dengan rata-rata global yang hanya mencapai 41 persen.
Malaysia dan India menyusul di posisi berikutnya dengan masing-masing 74 persen dan 69 persen responden yang menilai arah negaranya sudah tepat. Thailand berada di angka 62 persen, sama seperti Indonesia, sedangkan Korea Selatan mencatat 58 persen. Enam negara Asia tersebut masuk dalam tujuh negara yang mayoritas penduduknya percaya negaranya sedang bergerak ke arah yang benar.
2. Indonesia termasuk negara Asia yang paling percaya diri

ilustrasi penduduk lokal Indonesia (unsplash.com/Tyler Morgan) Indonesia juga mencatat hasil yang cukup menarik dalam survei tersebut. Sebanyak 62 persen responden Indonesia merasa negaranya sedang bergerak ke arah yang benar, sementara 38 persen lainnya memiliki pandangan sebaliknya. Persentase itu membuat Indonesia berada di posisi yang sama dengan Thailand dan lebih tinggi dibandingkan Korea Selatan yang mencapai 58 persen. Bahkan, angka Indonesia terpaut cukup jauh dari rata-rata global sebesar 41 persen.
Kalau kamu membandingkannya dengan negara-negara lain dalam daftar, posisi Indonesia tergolong tinggi. Hanya tujuh negara yang memiliki mayoritas responden dengan pandangan positif terhadap arah negaranya, dan Indonesia menjadi salah satunya. Meski begitu, angka 62 persen tetap berarti masih ada 38 persen responden yang merasa negaranya berjalan ke arah yang salah, sehingga hasil survei ini bukan berarti seluruh masyarakat Indonesia memiliki pandangan yang sama.
3. Jepang jadi pengecualian di tengah optimisme Asia

ilustrasi Kyoto, Jepang (pexels.com/Satoshi Hirayama) Jepang menjadi salah satu negara Asia yang gak mengikuti pola optimisme tinggi tersebut. Hanya 41 persen responden Jepang yang merasa negaranya bergerak ke arah yang benar, sedangkan 59 persen menilai sebaliknya. Persentase 41 persen itu sama persis dengan rata-rata global dalam survei. Posisi Jepang pun berada jauh di bawah Singapura, Malaysia, India, Thailand, Indonesia, dan Korea Selatan.
Salah satu konteks yang disebut dalam sumber adalah perjalanan ekonomi Jepang yang mengalami stagnasi selama beberapa dekade. Sementara itu, perkembangan kecerdasan buatan ikut mendukung perusahaan besar Korea Selatan seperti Samsung dan SK Hynix, sedangkan India dan Indonesia masih termasuk pasar negara berkembang terbesar di dunia. Perbedaan kondisi ekonomi tersebut dapat menjadi konteks ketika kamu melihat mengapa tingkat optimisme antarnegara Asia gak seragam.
4. Banyak negara di luar Asia lebih pesimis

ilustrasi kota Los Angeles, Amerika Serikat (pexels.com/Daniel Semenov) Pola berbeda terlihat ketika kamu melihat negara-negara di luar Asia. Amerika Serikat hanya mencatat 40 persen responden yang merasa negaranya bergerak ke arah yang benar, sedangkan 60 persen lainnya menilai negaranya berada di jalur yang salah. Israel dan Meksiko sama-sama berada di angka 36 persen, sementara Brasil mencatat 34 persen. Artinya, di keempat negara tersebut, responden yang pesimis lebih banyak dibandingkan mereka yang optimistis.
Turki juga menunjukkan kecenderungan serupa dengan hanya 28 persen responden yang memberikan penilaian positif. Afrika Selatan berada di angka 23 persen, sedangkan Peru menjadi salah satu yang terendah dengan hanya 15 persen responden yang merasa negaranya bergerak ke arah yang benar. Kondisi Peru juga ditempatkan dalam konteks politik yang cukup bergejolak karena negara tersebut telah memiliki sembilan presiden dalam satu dekade.
5. Negara-negara Eropa berada di bagian bawah

ilustrasi negara Prancis (pexels.com/Mikhail Nilov) Perbedaan paling mencolok terlihat ketika kamu melihat sejumlah negara Eropa dalam daftar. Prancis menempati posisi paling bawah secara keseluruhan, dengan hanya 10 persen responden yang percaya negaranya bergerak ke arah yang benar. Artinya, sebanyak 90 persen responden Prancis justru menilai negaranya berada di jalur yang salah. Inggris juga mencatat tingkat pesimisme tinggi, dengan 21 persen responden optimistis berbanding 79 persen yang berpandangan negatif.
Jerman berada di angka 23 persen, sama seperti Hungaria dan Afrika Selatan, sementara Belgia mencatat 30 persen. Italia, Spanyol, dan Swedia masing-masing berada di angka 31 persen, sedangkan Belanda mencapai 32 persen. Lemahnya kondisi ekonomi dan hilangnya lapangan pekerjaan disebut dapat berkontribusi terhadap keresahan sosial dan politik di Jerman, sementara Inggris memiliki konteks pergantian beberapa perdana menteri sejak referendum Brexit 2016.
Survei Ipsos 2026 memperlihatkan bahwa optimisme masyarakat terhadap arah negaranya sangat berbeda di berbagai belahan dunia. Negara-negara Asia mendominasi posisi teratas, dengan Singapura mencapai 86 persen, Malaysia 74 persen, India 69 persen, serta Indonesia dan Thailand sama-sama 62 persen. Sebaliknya, banyak negara Eropa berada di bagian bawah, bahkan Prancis hanya mencatat 10 persen responden yang percaya negaranya bergerak ke arah yang benar. Indonesia sendiri bisa dibilang cukup optimistis karena angka 62 persennya jauh di atas rata-rata global sebesar 41 persen.
Hal yang menarik, hasil ini bukan sekadar menunjukkan negara mana yang optimistis atau pesimistis, tapi juga memperlihatkan betapa berbeda persepsi masyarakat terhadap kondisi negaranya. Kamu bisa melihat Jepang sebagai contoh bahwa negara di Asia pun gak otomatis memiliki tingkat optimisme tinggi.
Begitu pula di Eropa, kondisi setiap negara tetap berbeda meski mayoritas menunjukkan kecenderungan pesimis. Jadi, angka-angka dalam survei ini lebih tepat dipahami sebagai gambaran bagaimana masyarakat menilai arah negaranya pada awal 2026, bukan sebagai ukuran mutlak mengenai berhasil atau tidaknya sebuah negara.






















