Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hadiri Kongres Asosiasi Pendeta, Gibran Minta Maaf Banyak Kasus Intoleransi
Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026). (dok. Setwapres)
  • Gibran Rakabuming Raka menghadiri Kongres Nasional ke-V API dan meminta maaf atas masih adanya kasus intoleransi di sejumlah daerah.

  • Pemerintah disebut berkomitmen menjamin kebebasan beragama, termasuk melalui penanganan persoalan GKPI Rajeg.

  • Kerukunan dan persatuan membutuhkan keterlibatan pemerintah, rohaniwan, serta seluruh elemen masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sejak 2002

Asosiasi Pendeta Indonesia berdiri dan kini memiliki kepengurusan di 34 provinsi, sekitar 208 kabupaten/kota, serta tiga perwakilan luar negeri.

8/10/2026

Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Kongres Nasional ke-V API di Tangerang, Banten. Ia menyampaikan permohonan maaf atas masih terjadinya kasus intoleransi dan menekankan pentingnya toleransi.

2026–2031

Kongres mengagendakan pemilihan DPP API periode 2026–2031 serta penetapan arah organisasi dan program kerja strategis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gibran menegaskan pentingnya kerukunan, toleransi, persatuan, dan kebebasan beragama dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.
  • Who?
    Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Asosiasi Pendeta Indonesia, para pendeta, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan di daerah.
  • Where?
    Pembukaan Kongres Nasional ke-V API berlangsung di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten.
  • When?
    Kamis (8/10/2026).
  • Why?
    Untuk memperkuat kerukunan dan memastikan setiap warga dapat memeluk agama serta menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
  • How?
    Gibran menyampaikan permohonan maaf, membahas penanganan GKPI Rajeg, dan mengajak pemerintah serta masyarakat segera mencari solusi atas persoalan intoleransi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gibran datang ke Kongres API dan meminta maaf karena masih ada orang yang mengalami intoleransi. Ia ingin semua orang bisa beribadah dengan aman dan saling menghargai. Gibran juga membahas GKPI Rajeg, yang dipindahkan ke tempat lebih layak. Para pendeta dan masyarakat diajak menjaga damai bersama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kongres Nasional ke-V API menjadi ruang konsolidasi para pendeta dari berbagai daerah dan memperkuat kontribusi mereka dalam kehidupan sosial. Penanganan GKPI Rajeg juga menunjukkan adanya upaya agar jemaat tetap dapat beribadah secara normal, aman, dan nyaman dengan dukungan pemerintah daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, menghadiri pembukaan Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026). Ia menegaskan pentingnya memperkuat kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.

Menurut Gibran, keberagaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia, sehingga harus dijaga bersama. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas masih terjadinya kasus intoleransi di sejumlah daerah, serta menekankan pentingnya membangun kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghargai.

“Indonesia adalah negara, bangsa yang majemuk. Perlu benar-benar menjaga persatuan, perdamaian, nilai-nilai toleransi. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika di tempat Bapak Ibu masih terjadi kasus-kasus intoleransi,” ujar dia.

1. Pemerintah memiliki perhatian serius terhadap persoalan intoleransi

Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026)(dok. Setwapres)

Gibran menegaskan, pemerintah memiliki perhatian serius terhadap persoalan intoleransi, termasuk dalam memastikan setiap warga negara memperoleh kebebasan untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Menurutnya, kehadiran negara dalam menjamin kebebasan beragama merupakan amanat konstitusi yang harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pemerintah memiliki perhatian serius terkait ini. Negara harus hadir menjamin kemerdekaan warganya dalam memeluk dan menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing, seperti yang diamanatkan di Undang-Undang Dasar 1945," kata dia.

2. Gibran bahas kasus GKPI Rajeg

Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026)(dok. Setwapres)

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Gibran menyinggung penanganan persoalan yang terjadi di GKPI Rajeg. Ia menjelaskan dirinya telah berkomunikasi dengan pendeta, pengurus gereja, dan para pemangku kepentingan di daerah, untuk mencari penyelesaian persoalan tersebut.

Gibran menyebut gereja tidak ditutup, melainkan dipindahkan ke lokasi baru yang lebih layak dengan bantuan pemerintah daerah. Dengan demikian, jemaat tetap dapat melaksanakan ibadah secara normal. Penanganan tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Berangkat dari pengalaman tersebut, ia mengingatkan, para pemangku kepentingan di daerah agar lebih peka terhadap dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Setiap persoalan yang berpotensi memunculkan intoleransi perlu segera ditangani dan dicarikan solusi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Saya selalu mengingatkan kepada para pemangku kepentingan, khususnya kepala daerah, Kapolda, Pangdam, agar peka terhadap kondisi di tengah masyarakat. Jika ada percikan-percikan intoleransi di tengah masyarakat, segera selesaikan, segera dicari solusinya," tuturnya.

3. Kerukunan dan persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi butuh keterlibatan seluruh elemen masyarakat

Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka menghadiri pembukaan Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026). (dok. Setwapres)

Dalam konteks tersebut, Gibran menilai, kerukunan dan persatuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para rohaniwan. Karena itu, forum Kongres Nasional API diharapkan dapat menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat kontribusi para pendeta dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan menjaga keutuhan bangsa.

Menutup sambutannya, Gibran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus saling menguatkan, membantu, dan menghargai perbedaan. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap provokasi dan kabar bohong yang dapat dimanfaatkan untuk memecah belah masyarakat.

“Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya dengan kabar bohong," imbuh dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article