Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hadiri Wisuda Trisakti, Gibran Bahas Manfaat Teknologi untuk Pariwisata
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat menjadi pembicara utama dalam Wisuda Institut Pariwisata Trisakti (IPT) Tahun Akademik 2025/2026 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026)(Dok. Setwapres)
  • Gibran menilai teknologi dapat memberi nilai tambah pada pariwisata dan memperluas pengenalan kekayaan Indonesia.

  • Manfaat ekonomi pariwisata perlu dirasakan masyarakat lokal melalui keterlibatan dalam rantai pasok dan aktivitas wisata.

  • Pariwisata, musik, dan industri kreatif disebut sebagai bagian dari soft power Indonesia di tingkat global.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025/2026

Wisuda Institut Pariwisata Trisakti berlangsung untuk Tahun Akademik 2025/2026.

13/10/2026

Gibran menjadi pembicara utama dalam Wisuda Institut Pariwisata Trisakti di Jakarta Selatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gibran membahas pemanfaatan teknologi untuk memberi nilai tambah pada pariwisata serta memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Indonesia.
  • Who?
    Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menjadi pembicara utama dalam kegiatan tersebut.
  • Where?
    Wisuda berlangsung di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan.
  • When?
    Kegiatan berlangsung Selasa (13/10/2026).
  • Why?
    Teknologi dinilai dapat memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat.
  • How?
    Melalui inovasi teknologi, keterlibatan masyarakat lokal, pelestarian budaya, serta dukungan musik dan industri kreatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gibran datang ke wisuda Trisakti dan bicara tentang pariwisata Indonesia. Ia bilang teknologi bisa membantu orang di dunia melihat alam dan budaya Indonesia. Ia juga ingin masyarakat dekat tempat wisata ikut mendapat manfaat. Sekarang, pariwisata, musik, dan karya kreatif Indonesia didorong agar lebih dikenal di negara lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemanfaatan teknologi dalam pariwisata dapat membantu kekayaan alam dan budaya Indonesia dikenal lebih luas. Keterlibatan masyarakat lokal juga membuka ruang bagi manfaat ekonomi yang lebih merata melalui rantai pasok dan aktivitas wisata. Dukungan terhadap musik serta industri kreatif memperkuat cara Indonesia memperkenalkan identitas dan kreativitasnya kepada masyarakat internasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan kekayaan alam dan budaya Indonesia, sehingga potensi pariwisata Tanah Air semakin dikenal dunia dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gibran saat menjadi pembicara utama dalam Wisuda Institut Pariwisata Trisakti (IPT) Tahun Akademik 2025/2026 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Wisuda ini diikuti 669 wisudawan dari program doktor, magister, sarjana, dan sarjana terapan.

1. Pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat menjadi pembicara utama dalam Wisuda Institut Pariwisata Trisakti (IPT) Tahun Akademik 2025/2026 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026)(Dok. Setwapres)

Gibran menyampaikan, pariwisata dapat menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi apabila potensi yang dimiliki Indonesia mampu diterjemahkan menjadi devisa, kesempatan kerja berkualitas, serta nilai ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi, tetapi juga perlu didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Perlu kita pikirkan saat ini adalah bagaimana teknologi dapat menciptakan nilai tambah bagi pariwisata kita, bagaimana teknologi dapat meningkatkan manfaat langsung bagi masyarakat, bagaimana teknologi dapat membuat keindahan Indonesia ditemukan dunia. Kita ingin menciptakan high quality tourism,” ujar dia.

2. Keterlibatan masyarakat lokal agar manfaat ekonomi pariwisata dirasakan lebih luas

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat menjadi pembicara utama dalam Wisuda Institut Pariwisata Trisakti (IPT) Tahun Akademik 2025/2026 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026)(Dok. Setwapres)

Lebih lanjut, Gibran menekankan pentingnya memastikan pertumbuhan sektor pariwisata turut memperkuat kapasitas usaha masyarakat di sekitar destinasi. Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai pasok dan aktivitas wisata menjadi salah satu cara agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan secara lebih luas. Ia pun mencontohkan salah satu praktik yang telah diterapkan oleh Hotel Plataran Bromo.

“Saya mengapresiasi bagaimana mereka menjalin kerja sama dengan petani sekitar sebagai supplier bahan baku restoran, UMKM sekitar sebagai vendor wisata Jeep Gunung Bromo, masyarakat adat sebagai wisata edukasi mengenal Suku Tengger, sehingga kehadiran korporasi besar bukan menggantikan, bukan menggerus, tapi justru meningkatkan kapasitas usaha masyarakat terkait promosi,” ungkap dia.

3. Memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat internasional

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat menjadi pembicara utama dalam Wisuda Institut Pariwisata Trisakti (IPT) Tahun Akademik 2025/2026 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026)(Dok. Setwapres)

Selain memperluas manfaat ekonomi di dalam negeri, Gibran juga menyoroti pentingnya memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat internasional. Ia menilai, upaya memperkuat daya tarik Indonesia di mata dunia tidak hanya dilakukan melalui pariwisata, tetapi juga melalui musik dan industri kreatif yang mampu menjangkau audiens lintas negara.

Ia menyebut, sejumlah karya musisi Indonesia yang mendapat perhatian di luar negeri, termasuk lagu Tulus berjudul Teh Hijau yang meraih popularitas di Malaysia, grup vokal No-Na yang menduduki puncak salah satu platform musik di Korea Selatan, serta penyanyi Silet Open Up yang karyanya masuk dalam nominasi lagu terbaik Asia di Jepang. Fenomena tersebut menunjukkan kekayaan budaya dan kreativitas Indonesia dapat menjadi sarana untuk memperluas pengenalan Indonesia di tingkat global.

Dalam konteks ini, pariwisata dan industri kreatif merupakan bagian dari soft power Indonesia, yakni kemampuan bangsa dalam membangun daya tarik dan mempererat kedekatan dengan masyarakat dunia melalui kekayaan budaya, nilai, serta kreativitasnya. Karena itu, pengembangan pariwisata perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakatnya. Dengan demikian, kekayaan Indonesia tidak hanya menjadi daya tarik untuk dikunjungi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan bagi masyarakat internasional.

“Pariwisata merupakan salah satu instrumen penting dalam soft power Indonesia. Soft power adalah kekuatan suatu bangsa untuk membuatnya dicintai dunia,” ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article