Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat menjadi pembicara utama dalam Wisuda Institut Pariwisata Trisakti (IPT) Tahun Akademik 2025/2026 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026)(Dok. Setwapres)
Selain memperluas manfaat ekonomi di dalam negeri, Gibran juga menyoroti pentingnya memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat internasional. Ia menilai, upaya memperkuat daya tarik Indonesia di mata dunia tidak hanya dilakukan melalui pariwisata, tetapi juga melalui musik dan industri kreatif yang mampu menjangkau audiens lintas negara.
Ia menyebut, sejumlah karya musisi Indonesia yang mendapat perhatian di luar negeri, termasuk lagu Tulus berjudul Teh Hijau yang meraih popularitas di Malaysia, grup vokal No-Na yang menduduki puncak salah satu platform musik di Korea Selatan, serta penyanyi Silet Open Up yang karyanya masuk dalam nominasi lagu terbaik Asia di Jepang. Fenomena tersebut menunjukkan kekayaan budaya dan kreativitas Indonesia dapat menjadi sarana untuk memperluas pengenalan Indonesia di tingkat global.
Dalam konteks ini, pariwisata dan industri kreatif merupakan bagian dari soft power Indonesia, yakni kemampuan bangsa dalam membangun daya tarik dan mempererat kedekatan dengan masyarakat dunia melalui kekayaan budaya, nilai, serta kreativitasnya. Karena itu, pengembangan pariwisata perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakatnya. Dengan demikian, kekayaan Indonesia tidak hanya menjadi daya tarik untuk dikunjungi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan kebanggaan bagi masyarakat internasional.
“Pariwisata merupakan salah satu instrumen penting dalam soft power Indonesia. Soft power adalah kekuatan suatu bangsa untuk membuatnya dicintai dunia,” ujar dia.