Ada Pelatihan Hospitality buat Pekerja Pariwisata di Indonesia Timur

- IAS, HIN, dan Sarinah menggelar pelatihan InJourney Hospitality House bagi 100 pelaku pariwisata di Labuan Bajo dalam tiga gelombang, sebagai pengembangan SDM berkelanjutan sejak 2024.
- Materi Batch 2 dan 3 mencakup service excellence, komunikasi pelayanan, pengalaman pelanggan, pengelolaan destinasi berkelanjutan, serta pengembangan local champion, dilengkapi pendampingan implementasi.
- Program melibatkan pemangku adat, praktisi, pengelola desa wisata, dan komunitas ekonomi kreatif untuk memperkuat pelayanan, budaya hospitality, serta manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat lokal.
Jakarta, IDN Times - Sejumlah entitas yang tergabung dalam ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di industri perhotelan dan pariwisata memberikan program pelatihan hospitality untuk pelaku dan pegiat pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
BUMN yang dimaksud adalah PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), PT Hotel Indonesia Natour (HIN), dan PT Sarinah (Persero).
Pelatihan dibuka untuk 100 peserta yang diselenggarakan dalam tiga gelombang. Tujuannya untuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia sektor pariwisata yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak 2024.
1. Dibalut dalam program IHH

Program tersebut adalah InJourney Hospitality House (IHH) yang dilaksanakan untuk memperkuat kompetensi masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Targetnya, para pelaku dan pegiat pariwisata di Manggarai Barat bisa meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat budaya hospitality, serta mendorong terciptanya pengalaman wisata yang unggul melalui penguatan kapasitas masyarakat lokal sebagai garda terdepan destinasi.
“Melalui InJourney Hospitality House, kami tidak hanya menghadirkan pelatihan, tetapi juga membangun fondasi budaya hospitality yang menjadi kekuatan utama destinasi Indonesia,” kata Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat, dikutip Jumat (31/7/2026).
2. Fokus pada komunikasi pelayanan hingga pengalaman wisatawan

Pada pelaksanaan batch 2 dan batch 3, peserta memperoleh berbagai materi pelatihan yang mencakup service excellence, komunikasi pelayanan, customer experience, pengelolaan destinasi wisata berkelanjutan, serta pengembangan local champion sebagai agen perubahan di tingkat komunitas.
Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta juga mendapatkan pendampingan implementasi guna memastikan materi yang diberikan dapat diterapkan secara nyata dalam pengelolaan destinasi wisata.
Program itu melibatkan pemangku kepentingan, antara lain pemangku adat, praktisi pariwisata, pengelola desa wisata, serta komunitas ekonomi kreatif yang memiliki komitmen dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat.
“InJourney Hospitality berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui kolaborasi lintas entitas InJourney Group sehingga tercipta destinasi yang semakin kompetitif, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal,” ujar Christine.
3. Dongkrak pertumbuhan wisatawan di Labuan Bajo

Melalui penyelenggaraan InJourney Hospitality House Batch 2 dan Batch 3 yang diikuti oleh 100 peserta, InJourney Group berupaya mendorong perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat lokal secara berkelanjutan
Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Raisha Syarfuan, mengatakan, masyarakat dan budaya lokal merupakan fondasi utama dalam membangun destinasi wisata yang berdaya saing.
"Keunggulan sebuah destinasi tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada masyarakat yang mampu menghadirkan pengalaman autentik bagi wisatawan," ujar Raisha Syarfuan.
Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), Tri Andayani, mengatakan, kualitas pelayanan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan konektivitas saja, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni dan memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.
“Sinergi lintas entitas InJourney Group ini merupakan wujud nyata komitmen kami untuk menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan, memperkuat ekosistem pariwisata nasional, serta meningkatkan daya saing destinasi Indonesia melalui budaya hospitality yang menjadi identitas bangsa,” ujar Tri Andayani.

















