Jakarta, IDN Times - Persoalan sampah di Kali Tebu, Surabaya, Jawa Timur, masih menjadi pekerjaan besar. Dalam aksi bersih sungai memperingati Hari Sungai Sedunia 2026, sekitar 350 peserta mengangkut 3.121,72 kilogram atau 3,12 ton sampah dari aliran Kali Tebu, Minggu (27/9/2026).
Aksi yang digelar Ecoton bersama Satgas Sungai Lestari Kali Tebu tersebut dilakukan di tiga zona, yakni bagian hulu, tengah, dan hilir. Kondisi ini sekaligus menunjukkan masih tingginya timbulan sampah yang masuk dan menumpuk di aliran sungai.
Ketua Satgas Sungai Lestari Kali Tebu, Ayu, mengatakan jumlah sampah yang diangkut dalam satu kegiatan tersebut menunjukkan penanganan sungai membutuhkan pengawasan dan aksi secara berkelanjutan.
"Dalam satu kegiatan hari ini, dari tiga zona kami berhasil mengangkat 3,12 ton sampah. Ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di Kali Tebu masih membutuhkan kerja bersama dan pengawasan yang dilakukan secara rutin," ujar Ayu dalam keterangan yang diterima IDN Times.
Jumlah sampah yang diangkut dalam aksi Hari Sungai Sedunia tersebut merupakan bagian dari persoalan yang lebih besar.
Melalui program Mission for Zero Plastic Leakage (MOZAIK) Kali Tebu, Ecoton mencatat 122,5 ton sampah telah dievakuasi dari Kali Tebu sepanjang Mei-September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 95,9 ton telah dipilah. Hasil pemilahan menunjukkan sampah didominasi residu sebesar 84,1 persen, disusul sampah organik 7,6 persen dan sampah yang dapat didaur ulang 8,32 persen.
Lima jenis sampah yang paling banyak ditemukan yakni residu lainnya sebanyak 50,16 ton, popok 30,51 ton, sampah organik seperti daun dan bangkai hewan 3,5 ton, kayu, ranting dan batok kelapa, serta plastik kresek sebanyak 2,3 ton.
Data tersebut menunjukkan pencemaran Kali Tebu tidak hanya berasal dari sampah plastik, tetapi juga didominasi residu dan sampah rumah tangga, termasuk popok.
Direktur Eksekutif Ecoton Daru Setyorini mengatakan data pemilahan diperlukan untuk mengetahui jenis sampah yang masuk ke sungai sekaligus menentukan penanganan dari sumbernya.
"Karakteristik dan komposisi sampah di Kali Tebu bisa mendorong solusi penyelesaian masalah harus dimulai dari pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan lingkungan," ujar Daru.
Selain mengangkut sampah, kegiatan Hari Sungai Sedunia di Kali Tebu juga diisi penanaman pohon oleh pelajar di bantaran sungai.
Sebanyak 300 liter eco enzyme juga dituangkan ke aliran Kali Tebu dalam kegiatan yang melibatkan Komunitas Relawan Eco Enzyme Nusantara Cabang Surabaya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Sungai Lestari yang menggunakan pendekatan kolaboratif untuk menangani sampah sungai, mulai dari pengangkutan dan pemilahan sampah, pemasangan trash boom, pencegahan sampah dari sumber hingga edukasi masyarakat.
Program Sungai Lestari telah berjalan di sejumlah wilayah. Di Surabaya, program tersebut menyasar Kali Tebu dan Kali Mrutu sejak Juni 2026, sebelum diperluas ke wilayah lain.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Muhammad Fikser mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat mulai terlihat dengan semakin banyak warga yang peduli terhadap kondisi sungai.
