Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Tani Nasional, DPR Terima Keluhan Warga soal Reforma Agraria
Pimpinan DPR terina aliansi masyarakat yang ngadu soal konflik agraria. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Pimpinan DPR RI menerima audiensi kelompok masyarakat yang melakukan demonstrasi dalam rangka Hari Tani Nasional.

  • Aliansi masyarakat menyampaikan aspirasi terkait Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria yang baru disahkan DPR.

  • AGRA menyoroti kepemilikan tanah, akses produksi, dan akses pasar bagi kaum tani.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (22/9/2026)

DPR mengesahkan Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria. AGRA kemudian mengkritisi pembahasan RUU tersebut yang disahkan dalam waktu singkat.

Kamis (24/9/2026)

Pimpinan DPR RI menerima audiensi sejumlah kelompok masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi dalam rangka Hari Tani Nasional. Perwakilan aliansi diberi kesempatan menyampaikan aspirasi dan tuntutan.

hari ini

Sejumlah kelompok masyarakat melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI dan mengikuti audiensi dengan pimpinan DPR.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pimpinan DPR RI menerima audiensi dan mendengar aspirasi kelompok masyarakat tentang reforma agraria.
  • Who?
    Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Cucun Ahmad Syamsurijal, serta sejumlah aliansi masyarakat, termasuk AGRA.
  • Where?
    Audiensi berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
  • When?
    Kamis (24/9/2026), bertepatan dengan Hari Tani Nasional.
  • Why?
    Kelompok masyarakat menyampaikan berbagai persoalan dan aspirasi terkait reforma agraria.
  • How?
    Saan memberikan kesempatan kepada perwakilan setiap aliansi untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

DPR bertemu warga dan beberapa kelompok tani yang datang saat Hari Tani Nasional. Mereka menyampaikan masalah tentang tanah dan aturan reforma agraria yang baru disahkan. Saan Mustopa berjanji mendengar serta membahasnya. Saiful dari AGRA meminta tanah, produksi, dan pasar untuk kaum tani diperhatikan. Perwakilan kelompok lalu diberi kesempatan berbicara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Audiensi tersebut membuka ruang bagi beragam kelompok masyarakat untuk menyampaikan persoalan dan aspirasi secara langsung kepada pimpinan DPR RI. Perwakilan setiap aliansi juga diberi kesempatan berbicara. Komitmen untuk mendengar, membahas, dan menindaklanjuti aspirasi menunjukkan adanya ruang pembicaraan mengenai kepemilikan tanah, penataan produksi, serta akses pasar bagi kaum tani.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pimpinan DPR RI menerima audiensi sejumlah kelompok masyarakat yang tengah melakukan aksi demonstrasi dalam rangka Hari Tani Nasional di depan Gedung DPR RI, Kamis (24/9/2026).

Audiensi tersebut diterima Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, bersama Cucun Ahmad Syamsurijal. Mereka menerima massa dari beragam aliansi, seperti Warga Kampung Kebon Sayur, Aliansi Gerakan Reforma Agraria, Aliansi Rakyat Agraria Rancapinang-Pandeglang.

"Ini sudah hadir di DPR terkait dengan berbagai persoalan dan aspirasi nanti yang mau disampaikan. Nah, sekarang juga bertepatan dengan Hari Tani Nasional," ujar Saan saat membuka audiensi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Politikus Partai NasDem itu menegaskan komitmennya untuk mendengar dan membahas aspirasi yang disampaikan. Ia berjanji akan menindaklanjuti.

"Jadi, mudah-mudahan semua yang nanti disampaikan, nanti kita coba diskusikan, kita bicarakan dan nanti bisa kita tindak lanjuti secara bersama-sama," ujar Ketua DPP NasDem itu.

Selanjutnya, Saan memberikan kesempatan perwakilan satu persatu aliansi untuk berbicara menyampaikan aspirasinya.

"Nah, untuk itu saya akan minta dari perwakilan ya, mau satu setiap perwakilan satu ya menyampaikan aspirasi dan tuntutannya," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Saiful Wathoni turut Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria yang baru disahkan DPR pada Selasa, 22 September 2026. Ia juga mengkritisi pembahasan RUU Pengaturan Reforma Agraria yang disahkan dalam waktu singkat.

AGRA mencium ada upaya untuk mengecilkan makna reforma agraria dalam uu tersebut hanya pada penanganan konflik. Padahal, tidak semua masalah dalam reforma agraria itu bicara konflik.

Saiful menegaskan, objek reforma agraria yang ditetapkan dalam uu itu sebagian besar merupakan tanah-tanah yang telah dikuasai rakyat bukan melalui redistribusi tetapi legalisasi.

"Yang paling utama dari reforma agraria itu adalah bagaimana memastikan agar kaum tani bisa hidup sejahtera dengan memastikan kepemilikan atas tanah tidak hanya tanah berkonflik, tapi semua kaum tani. Yang kedua itu memastikan bagaimana aksesnya terhadap penataan produksi sampai kemudian bagaimana aksesnya terhadap pasar hasil produksinya," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article