Comscore Tracker

Pasien Membludak, RS Rujukan COVID-19 di Lamongan Penuh

Ada tambahan 50 pasien dalam sepekan 

Lamongan, IDN Times- Kasus COVID-19 yang terus mengalami peningkatan selama beberapa hari terakhir membuat ruang perawatan pasien di rumah sakit rujukan COVID-19 Kabupaten Lamongan penuh. 

Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan, Budi Wignyo mengatakan, penuhnya ruang perawatan tersebut dikarenakan adanya penambahan pasien COVID-19 50 orang dalam sepekan.

1. Pihak rumah sakit tambah tiga ruang perawatan pasien COVID-19

Pasien Membludak, RS Rujukan COVID-19 di Lamongan PenuhRumah Sakit COVID-19 Kabupaten Lamongan. IDN Times/Imron

Akibat membludaknya jumlah pasien COVID-19, maka pihak rumah sakit terpaksa menambah tiga ruang baru untuk merawat pasien. Tiga ruangan itu, lanjut Budi, sebelumnya dipakai untuk merawat pasien biasa (bukan corona).

"Ya penuh mas akibat banyaknya pasien yang dirawat, maka kita tambah ruang perawatan di rumah sakit yang lokasinya di selatan jalan karena kita tidak boleh menolak pasien," kata Budi saat dihubungi, Minggu (20/6/2021).

Baca Juga: Klaster Hajatan Lamongan, 9 Meninggal dan 100 Orang Positif COVID-19

2. Warga Lamongan yang dirawat di rumah sakit COVID-19 berjumlah 130 orang

Pasien Membludak, RS Rujukan COVID-19 di Lamongan PenuhRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan. IDN Times/Imron

Saat ini jumlah pasien yang dirawat akibat terpapar virus corona di RSUD dr Soegiri Lamongan berjumlah 130 pasien. Sedangkan kapasitas bed atau tempat tidur pasien di rumah sakit COVID-19 hanya berjumlah 82 unit.

"Kalau kita total jumlah bed di rumah COVID-19 di utaranya jalan dengan di selatannya jumlahnya ada 200. Tapi saat ini sudah terisi 130 berarti ada 70 bed yang masih kosong," terangnya.

3. Kasus COVID-19 melonjak karena masyarakat abai terhadap prokes

Pasien Membludak, RS Rujukan COVID-19 di Lamongan PenuhRumah Sakit COVID-19 Kabupaten Lamongan. IDN Times/Imron

Budi menjelaskan, kasus COVID-19 di Lamongan ini sebenarnya bisa ditekan tingkat penyebabnya, asal masyarakat menerapkan perilaku 6M tersebut. Namun saat ini masyarakat cenderung abai terhadap aturan protokol kesehatan COVID-19 sehingga kasusnya kembali melonjak.

"Sebenarnya sudah sering kita sampaikan bahwa COVID-19 ini masih ada ayolah kita patuhi prokes yang ada seperti menerapkan 6M ini," pungkasnya.

Baca Juga: Bertambah Satu, Korban Klaster Hajatan di Lamongan Capai 13 Orang

Imron Saputra Photo Verified Writer Imron Saputra

-

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Zumrotul Abidin

Berita Terkini Lainnya