Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Indonesia Rawan Gempa, Kenali Perbedaan Magnitudo, Skala Ritcher, MMI
Update gempa bumi susulan gempa Flores M7.7 hingga tanggal 15 September 2026 pukul 05.00 WIB. (Foto/BMKG Indonesia)
  • BMKG menghentikan istilah Skala Richter sejak 2008 dan memakai magnitudo, karena Richter hanya sesuai untuk gempa di bawah 6,0 serta kurang representatif pada kekuatan lebih besar.

  • Magnitudo menggambarkan energi gempa di sumbernya sebagai nilai tunggal, ditentukan dari rekaman seismometer, dan menjadi dasar estimasi dampak regional seperti potensi tsunami serta durasi patahan.

  • Skala Mercalli atau MMI mengukur intensitas dampak berdasarkan laporan warga dan kerusakan, terbagi dalam tingkatan getaran hingga kerusakan bangunan, sehingga lebih subjektif dibanding pengukuran magnitudo.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun 1902

Giuseppe Mercalli menciptakan Skala Mercalli untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

tahun 1931

Harry Wood dan Frank Neumann memodifikasi Skala Mercalli.

1935

Charles F. Richter mengembangkan Skala Richter sebagai skala lokal.

tahun 2008

BMKG Indonesia menghentikan penggunaan istilah Skala Richter dan beralih ke magnitudo.

saat ini

Skala Mercalli yang dimodifikasi masih digunakan terutama jika tidak tersedia seismometer di lokasi kejadian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BMKG menggunakan istilah magnitudo untuk menyatakan kekuatan gempa di sumbernya, sedangkan Skala Richter dan Modified Mercalli Intensity (MMI) memiliki metode serta fungsi pengukuran berbeda.
  • Who?
    BMKG, BRIN, Charles F. Richter, Giuseppe Mercalli, Harry Wood, Frank Neumann, serta seismometer terlibat dalam pengembangan atau penggunaan konsep pengukuran gempa ini.
  • Where?
    Perubahan penggunaan istilah oleh BMKG berlaku di Indonesia. Data gempa dapat direkam seismometer di berbagai lokasi, termasuk untuk mendeteksi gempa kuat dari sumber di seluruh dunia.
  • When?
    BMKG menghentikan penggunaan istilah Skala Richter sejak 2008. Skala Richter dikembangkan pada 1935, Skala Mercalli pada 1902, dan MMI dimodifikasi pada 1931.
  • Why?
    Skala Richter dinilai tidak representatif untuk gempa di atas magnitudo 6,0. Magnitudo digunakan karena memberikan ukuran energi tunggal pada sumber gempa dan menjadi dasar estimasi dampak regional.
  • How?
    Magnitudo ditentukan dari rekaman getaran seismometer. Richter menghitung amplitudo gelombang pada jarak tertentu, sedangkan MMI menilai intensitas berdasarkan laporan getaran dan tingkat kerusakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BMKG sudah tidak memakai nama Skala Richter sejak 2008. Sekarang BMKG memakai magnitudo untuk tahu besar tenaga gempa. Satu gempa punya satu angka magnitudo. Skala Mercalli atau MMI melihat rasa getaran dan kerusakan di tempat orang tinggal. MMI dibagi menjadi beberapa tingkat, dari tidak terasa sampai bangunan rusak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Peralihan BMKG ke magnitudo mencerminkan upaya penggunaan pengukuran yang lebih representatif, terutama untuk gempa besar, sekaligus mendukung estimasi dampak regional. Di sisi lain, pembagian intensitas MMI yang disesuaikan dengan kondisi bangunan di Indonesia membantu masyarakat memahami tingkat guncangan dan dampak gempa secara lebih mudah serta akurat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - BMKG Indonesia menghentikan penggunaan satuan Skala Richter (SR) dan beralih ke Magnitudo (M) untuk gempa bumi sejak tahun 2008. Penggunaan Skala Richter ini hanya cocok digunakan untuk gempa-gempa dengan magnitudo di bawah 6,0. Di atas itu, maka perhitungan dengan teknik richter menjadi tidak representatif.

Dikutip dari ejournal.brin.go, dengan menggunakan satuan magnitudo, maka informasi mengenai besaran energi gempa atau sumber yang tunggal untuk satu kejadian sekaligus dasar untuk estimasi potensi dampak regional seperti potensi tsunami, estimasi durasi patahan, dan skenario gempa maksimum pada segmen sesar bisa didapatkan.

1. Apa yang dimaksud dengan magnitudo?

Seismograf Di Pos Pemantau Gunungapi Marapi Sumbar. IDN Times/Andri NH

Menurut laman resmi BMKG, Magnitudo adalah skala kekuatan gempa pada sumbernya yang mencerminkan besarnya energi yang dihasilkan akibat gempa bumi, salah satunya Skala Richter.

Istilah Magnitudo umumnya digunakan untuk menyebut berbagai skala magnitudo. Saat ini, yang menjadi standar global adalah momen magnitudo (Mw) yang diturunkan dari momen seismik.

Merujuk pada U.S. Geological Survey atau Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), Magnitudo adalah besarnya gempa bumi yang ditimbulkan. Suatu gempa bumi memiliki satu magnitudo tunggal. Guncangan yang ditimbulkan memiliki banyak nilai, bervariasi dari satu tempat ke tempat lain berdasarkan jarak, jenis material permukaan, dan faktor lainnya.

Waktu, lokasi, dan magnitudo gempa bumi dapat ditentukan dari data yang direkam oleh seismometer. Alat ini merekam getaran gempa bumi yang merambat. Setiap seismometer merekam guncangan tanah tepat di bawahnya. Instrumen sensitifnya memperbesar gerakan tanah dan dapat mendeteksi gempa bumi kuat dari sumber mana pun di dunia. Sistem ini merekam gerakan tanah, biasanya pada periode antara 0,1 dan 100 detik.

DIkutip dari jurnal Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), magnitudo memberikan informasi mengenai kekuatan gempa di sumbernya yang mencerminkan besarnya energi seismik yang tersisa.

2. Apa yang dimaksud dengan skala richter?

Petugas Pos Pemantau Gunung Marapi Sedang Memantau Alat Seismograf

Skala Richter merupakan skala lokal yang dikembangkan Charles F. Richter (1935), didefinisikan sebagai logaritma basis 10 dari amplitudo maksimum rekaman seismometer Wood Anderson pada jarak 100 km dari pusat gempa. Skala Richter digunakan untuk mengukur kekuatan gempa di sumbernya (magnitudo) melalui amplitudo gelombang seismik yang terekam seismograf.

Pakar bidang survei, pemetaan, dan desain, teknologi geospasial, penginderaan jauh, dan Sistem Informasi Geografis (SIG), Er Prabawayudha, mengatakan, Skala Richter didefinisikan sebagai logaritma (basis 10) dari amplitudo maksimum yang diukur dalam satuan mikrometer dari rekaman gempa oleh instrumen pengukur gempa (seismometer) Wood-Anderson, pada jarak 100 km dari pusat gempanya.

Dia mencontohkan, rekaman gempa bumi dari seismometer yang terpasang sejauh 100 km dari pusat gempa, maka amplitudo maksimumnya sebesar 1 mm. Dengan demikian, kekuatan gempa tersebut adalah log (10 pangkat 3 mikrometer) yang sama dengan 3,0 Skala Richter.

3. Apa yang dimaksud dengan Skala Mercalli (MMI)?

ilustrasi seismograf (IDN Times/Aditya Mustaqim)

Melansir bmkg.go.id, Skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi yang diciptakan seorang vulkanologis dari Italia bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.

Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan membandingkannya dengan tingkat kerusakannya. Skala Mercalli sangat subjektif dan kurang tepat dibandingkan perhitungan magnitudo gempa yang lain.

Dalam perkembangannya, Skala Mercalli dimodifikasi pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neuman. Namun saatuan ini masih digunakan, terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.

Sementara itu, BMKG Indonesia membagi intensitas Skala Mercalli dalam 10 tingkatan, yaitu:

- Skala I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang

- Skala II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

-Skala III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu lalang.

- Skala IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

- Skala V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti

- Skala VI MMI Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan

- Skala VII MMI Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan

- Skala IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus

- Skala X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

Curated For You

Editorial Team

Related Article