Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Awal Musim Hujan Diprediksi Mundur ke November, BMKG Imbau Antisipasi

3 min read
Awal Musim Hujan Diprediksi Mundur ke November, BMKG Imbau Antisipasi
Ilustrasi Kantor BMKG (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)
  • BMKG memperkirakan awal musim hujan 2026-2027 di sebagian besar Indonesia datang pada November dan Desember 2026, lebih lambat dari kondisi normal.

  • Akumulasi curah hujan selama musim hujan 2026-2027 secara umum diprediksi berada dalam kategori normal.

  • BMKG meminta berbagai sektor menyiapkan langkah antisipasi, termasuk peringatan dini dan aksi dini, menghadapi periode curah hujan tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah kamu sudah menyiapkan antisipasi musim hujan?
Share Article

Jakarta, IDN Times — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026-2027 di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada November dan Desember 2026. Namun, awal musim hujan secara umum diperkirakan mundur atau datang lebih lambat dibandingkan kondisi normalnya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan meski awal musim hujan diprediksi lebih lambat, akumulasi curah hujan selama periode musim hujan 2026-2027 secara umum berada dalam kategori normal.

“Kesimpulannya prediksi musim hujan 2026-2027 di Indonesia menunjukkan bahwa awal musim hujan sebagian besar terjadi pada bulan November dan Desember, dan secara umum diprediksi mundur atau lebih lambat daripada normalnya,” kata Ardhasena dalam jumpa pers virtual, Selasa (22/9/2026).

  1. 1. Puncak musim hujan diprediksi Desember 2026 sampai Februari 2027

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Balikpapan memprediksi hujan dan petir masih akan melanda Kota Balikpapan, hingga akhir Januari 2025. (IDN Times/Erik Alfian)
    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Balikpapan memprediksi hujan dan petir masih akan melanda Kota Balikpapan, hingga akhir Januari 2025. (IDN Times/Erik Alfian)

    Ardhasena mengatakan, kondisi curah hujan selama musim hujan mendatang diperkirakan relatif sama dengan kondisi normal. Sementara itu, puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027.

    Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian berbagai sektor karena periode dengan curah hujan tinggi berpotensi meningkatkan risiko sejumlah dampak hidrometeorologi. BMKG meminta pemerintah, kementerian dan lembaga, serta masyarakat melakukan langkah antisipasi berdasarkan karakteristik wilayah dan kebutuhan masing-masing.

    Untuk sektor pangan, BMKG mengimbau penyesuaian jadwal tanam dengan kondisi musim. Petani juga disarankan memilih varietas tanaman yang memiliki siklus tanam lebih pendek serta meningkatkan pengendalian organisme pengganggu tanaman.

  2. 2. BMKG minta sektor air dan energi siapkan langkah antisipasi

    Ilustrasi kantor BMKG (IDN Times/Santi Dewi)
    Ilustrasi kantor BMKG (IDN Times/Santi Dewi)

    Pada sektor sumber daya air, BMKG mendorong pemanfaatan air hujan dan penambahan kapasitas tampung air, termasuk pada skala rumah tangga. Pemerintah dan pihak terkait juga diminta mengidentifikasi potensi cekungan air tanah serta lokasi sumur bor.

    “Untuk sumber daya air kita perlu memanfaatkan air hujan serta menambah kapasitas tampung pada skala rumah tangga, identifikasi potensi cekungan air tanah dan lokasi sumur bor serta mengoptimalkan pengelolaan drainase dan konservasi air secara berkelanjutan menghadapi kondisi yang nanti akan cukup basah,” ujarnya.

    Sementara itu, sektor energi diminta mengatur inflow dan elevasi waduk serta pelepasan air secara proporsional untuk mendukung operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

    Untuk sektor lingkungan, BMKG mengingatkan perlunya mekanisme respons terhadap kondisi kualitas udara yang kurang sehat dan berkepanjangan akibat mundurnya awal musim hujan. Saat musim hujan berlangsung, sirkulasi udara di dalam ruangan juga perlu dioptimalkan untuk mengendalikan kelembapan.

  3. 3. Waspadai banjir dan lonjakan demam berdarah

    Banjir Tapanuli
    Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat, Senin, 3 Agustus 2026. Peristiwa tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Padang. (Dok. BNPB)

    BMKG juga mengingatkan sektor kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus demam berdarah setelah periode puncak musim hujan. Masyarakat dan pemerintah daerah diminta mengintensifkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk untuk memitigasi potensi lonjakan kasus.

    Sementara di sektor kebencanaan, kewaspadaan tinggi diperlukan terutama saat memasuki periode Desember 2026 hingga Februari 2027 yang diprediksi menjadi masa puncak musim hujan.

    “Untuk sektor kebencanaan tentunya kita perlu kewaspadaan tinggi untuk periode di mana hujan nanti akan cukup tinggi pada periode Desember, Januari dan Februari,” kata Ardhasena.

    BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan informasi prediksi musim hujan sebagai acuan dalam penyusunan peringatan dini dan aksi dini. Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung perencanaan yang lebih rinci sesuai kondisi iklim dan kebutuhan masing-masing sektor.

    Masyarakat maupun instansi yang membutuhkan informasi lebih spesifik terkait kondisi iklim di wilayahnya disarankan berkonsultasi dengan kantor BMKG terdekat.

    BMKG juga mengajak masyarakat mengakses informasi cuaca, iklim, serta gempa bumi melalui saluran resmi BMKG. Informasi tersebut ditujukan agar masyarakat memperoleh data yang reliabel, terverifikasi, dan dapat dimanfaatkan dalam aktivitas sehari-hari.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More