Comscore Tracker

Saksi: Ada 17 Sepeda yang Dipindahkan ke Rumah Mertua Edhy Prabowo

17 sepeda dipindahkan dari rumah dinas Edhy Prabowo

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 17 unit sepeda pribadi dan Barang Milik Negara (BMN) sempat dipindahkan dari rumah dinas mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ke rumah mertuanya.

Hal tersebut terungkap saat jaksa penuntut umum (JPU) KPK membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) saksi Tenaga ahli Komisi V DPR Alayk Mubarok di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (25/5/2021).

"Berdasarkan info dari Mas Gareng jumlah sepeda yang dikirim ke rumah pribadi orang tua Iis Rosita Dewi di daerah Sentul Bogor adalah 8 unit sepeda dan sisanya 9 milik BMN KKP, benar, Pak?" tanya jaksa.

"Betul, Pak," jawab Alayk.

1. Alayk ikut mendampingi pemindahan barang

Saksi: Ada 17 Sepeda yang Dipindahkan ke Rumah Mertua Edhy PrabowoPengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat (IDN Times/Aryodamar)

JPU KPK Ronny Yusuf menjelaskan, Alayk pada Desember 2020 pernah ikut mendampingi pemindahan barang dari rumah dinas Widya Chandra ke rumah pribadi orang tua Iis Rosita Dewi karena rumah dinas tersebut akan ditempati Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru.

"Dalam BAP itu, Saudara mengatakan, 'Pada saat itu saya melakukan pemindahan bersama dengan tim biro umum dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, di antaranya Mas Gareng'," kata jaksa.

Selanjutnya, Ronny menyebutkan bahwa Alayk menerima laporan pemindahan barang, termasuk barang-barang pribadi, seperti sepeda dari tim Biro Umum Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca Juga: Daftar Belanja dan Aliran Dana Dugaan Suap Ekspor Benur Edhy Prabowo

2. Alayk pernah meminjamkan uang Rp200 juta ke sekretaris pribadi Edhy Prabowo

Saksi: Ada 17 Sepeda yang Dipindahkan ke Rumah Mertua Edhy PrabowoKPK menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka setelah ditangkap di Bandara Soekarno Hatta terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor benih lobster (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Dalam keterangannya, Alayk juga mengaku pernah meminjamkan uang sebesar Rp200 juta kepada sekretaris pribadi Edhy Prabowo, Amiril Mukminin

"Pernah Amiril pinjam uang pada periode 2018-2019 sebesar Rp200 juta tetapi sudah dikembalikan pada bulan Oktober 2020," kata Alayk menambahkan.

Menurut Alayk, uang tersebut untuk sejumlah kebutuhan Amiril sekaligus pembayaran uang sekolah.

"Katanya Amiril untuk keperluan bisnis Amiril, kemudian bayar SPP S-2 anak-anak yang dikuliahkan Pak Edhy, termasuk Amiril dan saya juga," ucap Alayk.

3. Edhy Prabowo memborong sepeda Patrol hingga Specialized

Saksi: Ada 17 Sepeda yang Dipindahkan ke Rumah Mertua Edhy PrabowoMantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/12/2020) (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Sementara itu, dalam dakwaan Edhy disebutkan bahwa pada Juli 2020, Edhy melalui Amiril dan Safri membeli 17 unit sepeda jenis road bike dengan nilai keseluruhan Rp277 juta.

Selanjutnya, pada 24 Agustus 2020, Edhy melalui Amiril, Ainul Faiqh, dan Safri membeli 8 unit sepeda Patrol 572 seharga Rp14,8 juta per unit atau harga keseluruhan sejumlah Rp118,4 juta.

Masih ada pembelian 1 unit sepeda merek Specialized Roubaix SW D12 dari Amerika Serikat.

Alayk menjadi saksi untuk enam terdakwa, yaitu Edhy Prabowo, Andreau Misanta Pribadi dan Safri (staf khusus Edhy Prabowo), Amiril Mukminin (sekretaris pribadi Edhy), Ainul Faqih (sespri Iis Rosita Dewi), dan Siswadhi Pranoto Loe (pemilik PT Aero Cipta Kargo) yang didakwa bersama-sama menerima 77.000 dolar AS dan Rp24,625 miliar sehingga totalnya mencapai Rp25,75 miliar dari para pengusaha pengekspor benih benih lobster (BBL) terkait dengan pemberian izin budi daya dan ekspor.

Baca Juga: Penyuap Edhy Prabowo: Ekspor Benur Gak Ada Untungnya!

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya