Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Konferensi pers Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo - Gibran di Jakarta Selatan (30/11/2023) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Jakarta, IDN Times - Komandan Tim Komunikasi TKN Prabowo Gibran, Budisatrio Djiwandono mengungkapkan bahwa calon presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka berkomitmen menyelesaikan berbagai isu pangan.

Dia mengatakan, pihak yang menuding isu pangan tak penting, tak memahami tantangan ke depan.

1. Prabowo dinilai paham masalah strategis Indonesia

Prabowo Subianto kampanye di Medan (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Menurut Budisatrio, meski terkesan sederhana, penyediaan makan untuk masyarakat adalah bukti Prabowo paham persoalan strategis yang menentukan hidup mati bangsa.

“Ada benarnya jika disebut mimpi Pak Prabowo adalah bikin perut masyarakat Indonesia kenyang dan berkelanjutan. Ini adalah hak dasar dan masalah hidup mati bangsa. Yang menyatakan isu pangan dan makanan kurang penting dari yang lain mungkin belum menyadari fakta lapangan dan tantangan ke depan,” kata Budisatrio kepada awak media, Minggu (21/1/2024).

Pria yang akrab dipanggil Budi itu lantas merunut fakta yang dimaksud. Dia menyebut hari ini telah terjadi ketimpangan yang besar dari pertumbuhan jumlah penduduk dengan lahan pertanian.

“Penduduk kita bertambah 3 juta orang setiap tahun, sekitar 30 bayi per detik. Tahun 2045 diprediksi (penduduk) kita sudah 324 juta jiwa. Sementara di sisi lain, lahan pertanian kita terus berkurang 100.000 hektar setiap tahun. Pak Prabowo menyadari hal ini, bahwa kita sangat rentan kelaparan," jelasnya.

Budi menyampaikan, menurut Prabowo masalah tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan impor bahan pangan. Belajar dari pandemi dan situasi dunia, hal tersebut sangat berisiko.

“Untuk pangan, Indonesia harus swasembada. Jika mengandalkan impor, kedaulatan kita jadi taruhannya. Bayangkan jika pasokan dari luar terhenti, Indonesia terjadi bencana kelaparan. Kita rentan, karena menggantungkan perut kita ke negara lain," jelasnya.

“Bahkan andai impor lancar sekalipun, tetap ada masalah. Produk pangan lokal kita bisa gagal bersaing di pasar, sehingga kesejahteraan petani kita yang menjadi korban,” lanjut Budisatrio.

2. Program food estate sebagai bentuk upaya Jokowi dan Prabowo atasi ketahanan pangan

Presiden Jokowi makan malam bersama Prabowo Subianto (IDN Times/Istimewa)

Pimpinan Komisi IV DPR RI itu menegaskan, Presiden Joko "Jokowi" Widodo dan Prabowo sudah memahami isu mengenai ketahanan pangan. Oleh sebabnya, mereka menggodok program food estate sebagai solusi jangka panjang ketahanan pangan nasional.

“Pak Jokowi sudah menggagas Food Estate sebagai cadangan logistik nasional, dan Pak Prabowo bertekad melanjutkannya. Prabowo Gibran bahkan bertekad menyempurnakannya menjadi Program Lumbung Pangan, diikuti industri pertanian yang memanfaatkan teknologi modern dan digital. Ini menjadi prioritas utama,” ucap dia.

3. Prabowo-Gibran akan meningkatkan kesejahteraan petani

Bakal calon presiden dan wakil presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, di Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (25/10/2023). (IDN Times/Irfan Fathurohman).

Budi menyampaikan, Prabowo-Gibran juga bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan melakukan reformasi agraria untuk mendukung pertanian masyarakat.

“Ada kredit kepemilikan lahan untuk, pembelian panen pemerintah dengan profit minimal 30 persen, akses langsung pupuk subsidi dan benih. Semuanya akan dilakukan karena petani ini ujung tombak kita menghadapi krisis pangan," jelasnya.

Terkait program makan siang dan susu gratis, Budi menjelaskan bahwa program utama tersebut juga bertujuan untuk menciptakan kedaulatan pangan.

“Program Makan Siang dan Susu Gratis, karena akan mengandalkan hasil pangan lokal setempat akan mampu menyerap produksi petani. Kemudian anak-anak yang diberi makan akan kenyang, tumbuh lebih maksimal, sehingga menjadi generasi yang lebih unggul,” ucap Budi.

“Dengan petani lebih sejahtera, semoga anak-anak yang lebih pintar ini nantinya mau menjadi petani. Menjadi pahlawan bagi pangan bangsa,” imbuh dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article