Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
Breaking News

Pendukung Jokowi Coba Terobos Pagar PN Jakarta Timur, Sempat Ricuh

2 min read
Pendukung Jokowi Coba Terobos Pagar PN Jakarta Timur, Sempat Ricuh
Presiden Ketujuh RI, Jokowi menghadiri sidang polemik ijazah di PN Jaktim pada Kamis (5/11/2026) pagi. (IDN Times/Yosafat)
  • Puluhan pendukung Jokowi mencoba menerobos pagar PN Jakarta Timur saat mobil tahanan masuk, memicu kericuhan dan aksi saling dorong dengan aparat.
  • Polisi terlihat kewalahan menghalau massa di luar pengadilan ketika Jokowi tiba untuk menghadiri persidangan pada Kamis, 5 November 2026.
  • Jokowi tiba mengenakan batik cokelat dan peci, lalu menyatakan membawa seluruh dokumen ijazah untuk keperluan persidangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Suasana di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur sempat ricuh usai Presiden ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo tiba di lokasi, Kamis (5/11/2026). Kericuhan terjadi ketika puluhan pendukung Jokowi yang berada di luar pagar berusaha masuk ke area pengadilan. Mereka mencoba menerobos pagar saat sebuah mobil tahanan hendak memasuki halaman PN Jakarta Timur.

Sejumlah aparat kepolisian terlihat kewalahan menghalau para pendukung yang berusaha masuk. Aksi saling dorong pun terjadi di sekitar pagar pengadilan.

Jokowi tiba mengenakan kemeja batik berwarna cokelat dan berpeci. Saat memasuki area pengadilan, sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara aparat dan pendukung. Meski demikian, Jokowi tampak tersenyum saat berjalan menuju area sidang.

Sebelum memasuki gedung pengadilan, Jokowi sempat ditanya awak media mengenai dokumen ijazah yang dibawanya untuk keperluan persidangan.

"Bawa," jawab Jokowi.

Saat ditanya ijazah asli atau tidak Jokowi menjawab bawa semua.

"Semua, semua," kata Jokowi.

Hari ini, Pengadilan Jakarta Timur menggelar sidang perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu yang menjerat Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma. Pada sidang kedelapan ini, Presiden ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo diagendakan hadir sebagai saksi.

Untuk mengamankan jalannya persidangan, sebanyak 6.770 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan. Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan, ribuan personel tersebut terdiri dari 1.200 personel TNI dan 5.570 personel Polri.

Polisi juga menyiapkan dua unit mobil water cannon atau AWC serta mobil penerangan untuk menyampaikan imbauan kepada massa agar menjaga ketertiban.

    Related Articles

    See More